Rediscovering The Kingdom
Harapan Masa Lampau untuk Duni Kita di Abad ini.
Pengarang : Myles Munroe
Dalam Yesus Kristus, Roh Kudus kembali ke bumi untuk tinggal dalam kekuatan penuh dalam diri seorang manusia untuk pertama kali sejak Ia meninggalkan Adam dan Hawa di Taman Eden. Kristus, Dia yang diurapi, Anak Allah yang kekal, datang ke bumi, lahir sebagai seorang manusia yang bernama Yesus. Manusia Yesus adalah tubuh dan daging tetapi Kristus yang ada didalamNya penuh dengan Roh. Ia adalah Yesus Kristus, manusia Tuhan, dan Tuhan dalam tubuh manusia. Dalam Dia, kepenuhan Tuhan berdiam secara jasmani (Kolose 2:9). Kepenuhan Tuhan adalah Roh Kudus, yang tinggal dan berdiam dalam tubuh jasmani manusia untuk pertama kalinya sejak Eden. Yesus menjadi teladan bagi seluruh umat manusia tentang potensi rohani yang dapat mereka miliki, jika mereka dikuatkan oleh Roh Tuhan.
Saat Yesus, yang penuh Roh Kudus, memulai pelayanNya kepada umum, pesanNya adalah pengumuman sederhana, “Bertobatlah,karena kerajaan surga sudah dekat.” (Matius 4:17). PerkataanNya itu ditujukan kepada kita semua, seluruh umat manusia (adam). Kata bertobat, seperti yang telah kita baca berarti “MENGUBAH PIKIRAN KITA”. Yesus berkata, “Bertobatlah,ubahlah pikiranmu karena pemikiran-pemikiranmu rusak.” Mengapa pikiran-pikiran itu rusak? Karena dosa. Mengapa dosa. Mengapa kita harus mengubah pikiran kita? Karena Kerajaan Surga sudah dekat. Kita perlu mengubah pikiran kita karena Kerajaan Surga yang absen dari bumi selama berabad-abad, sekarang sudah kembali. Yesus datang untuk memperkenalkan kerajaan itu ada di sini, dan kita perlu menyesuaikan cara berpikir kita dengan kenyataan baru.
Kedatangan Tuhan Yesus tidak hanya untuk memperkenalkan kembali kerajaan itu, Ia datang juga untuk mengembalikan kebenaran dan kekudusan umat manusia, kita telah kehilangan kedua hal itu di Taman Eden.
Banyak orang mempunyai ide yang keliru tentang kebenaran, mereka mengasumsikan bahwa menjadi benar berarti melakukan hal-hal yang benar. Untuk beberapa orang ini berarti mengenakan gaun panjang atau jas dan dasi, atau tidak pernah tersenyum atau tertawa atau bergurau. Ini berarti mengenakan kalung salib di leher dan membawa sebuah alkitab yang besar. Mereka menyampaikan pesan yang tidak terlalu dalam dengan menyebutkan hal-hal seperti, “Bunyi klakson jika Anda mengasihi Tuhan Yesus.” Itu semau bukan kebenaran. Kebenaran mempunyai lebih banyak hal yang berhubungan dengan suatu kondisi kehidupan yang bertentangan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Perbuatan-perbuatan benar memang penting, tetapi semua itu harus bertumbuh keluar dari kondisi seseorang yang benar.
Terlalu banyak orang bersikap sebaliknya, percaya dan mengira bahwa berbuat benar membuat mereka benar. Bukan demikian halnya. Kebenaran sebenarnya adalah suatu istilah hukum yang berarti ada pada posisi yang benar, jadi orang benar adalah seseorang yang ada pada kedudukan yang benda di depan otoritas.
Saat Adam dan Hawa berdosa, mereka kehilangan Roh Kudus. Mereka kehilangan persekutuan mereka dengan Tuhan dan jatuh dari kedudukan yang benar di depan otoritas satu-satunya yang berkuasa atas Kerajaan Surga. Hubungan yang pernah mereka nikmati dengan Tuhan sebagai Bapa telah hancur.
Apakah kita siap mengizinkan diri kita maju dalam perjalanan yang lebih lagi bersama DIA? Jika demikian, kita akan kagum ke mana Tuhanmau membawa kita!
Silahkan membaca buku ini dan alami terobosan demi terobosan bersama Dia, untuk mengalami “Tahun Pemulihan dan Kelimpahan lebih lagi terjadi dalam hidup kita untuk menyatakan kemuliaanNya di bumi ini.”
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:18 pm -
Pelayanan Apostolik
Pengarang: Rick Joyner
Pelayanan rasul merupakan pelayanan kunci dari gereja, dimana tanpa pelayanan ini,
gereja tidak akan bisa menjadi seperti panggilannya. Ketika dunia dan sebagian besar gereja memfokuskan perhatian kepada skandal dan masalah-masalah di dalam gereja, muncullah apa yang sekarang disebut “Reformasi Apostolik Baru” yang tidak hanya menjadi bagian gereja yang paling cepat bertumbuh tetapi juga gerakan religious yang paling cepat bertumbuh di dunia. Oleh karena itu, apa yang dibahas di dalam buku ini merupakan pokok bahasan di dalam buku ini merupakan pokok bahasan yang penting di zaman kita sekarang ini.
Dengan pertumbuhan dan dampaknya yang luar biasa dapat dimengerti bahwa “Gerakan Apostolik” dan klaim-klaim tentang kerasulan juga menjadi kontroversi di zaman kita. Meskipun buku ini bukan merupakan upaya untuk menjawab semua pertanyaan yang muncul dari persoalan ini, di dalamnya disajikan hal-hal yang penting seperti:
-
Apakah rasul itu?
-
Apakah ada rasul di zaman sekarang?
-
Apa fungsi mereka?
-
Otoritas apa yang mereka miliki?
-
Bagaimana kita bisa mengenali rasul palsu?
-
…Seperti apakah gereja apostolic itu?
Ini adalah jabaran singkat yang ditulis dibelakang dari buku ini, dan sekarang mari cuplikan dari singkat dari dalam buku ini:
Sebelum akhir dari zaman ini datang akan ada suatu gerakan yang akan membawa kekristenan apostolic sejati kepada gereja. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh pelayanan apostolic yang telah dipulihkan. Pelayanan yang membuka zaman gereja akan menjadi pelayanan yang akan menutup zaman itu. Roh Kudus sekarang ini sedang bergerak dengan tidak kenal lelah kea rah itu yang sekali lagi akan menjadi apostolic sejati. Inilah yang sedang kita cari, menyaksikan kekeristenan apostolic sejati dipulihkan di atas bumi. Itu bukan supaya gereja bisa menjadi seperti panggilannya, meskipun hal ini penting. Gereja harus menjadi seperti panggilannya demi tujuan yang lebih tinggi supaya Tuhan bisa tinggal ditengah-tengah kita.
Apa artinya ini? Pertama, ini berarti Yesus akan berada di dalam kita untuk mengerjakan pekerjaan yang Dia lakukan ketika Ia ada di atas bumi. Kedua, ini berarti bahwa gereja akan mewakiliNya secara akurat di dunia ini. Kata-kata kita harus menjadi firmanNya dan pekerjaan kita adalah pekerjaan dariNya.
Seperti yang kita baca di Efesus 4, apabila semua pelayanan sudah sepenuhnya dipulihkan dan berfungsi di dalam gereja sesuai yang Tuhan kehendaki maka orang-orang percaya akan:
-
diperlengkapi secara memadai untuk menjalankan pelayanan,
-
“mencapai Kesatuan Iman” (yang jauh lebih daripada sekedar kesatuan di seputar dokrin),
-
memperoleh “Pengetahuan yang benar tentang Anak Allah”,
-
mencapai “Kedewasaan penuh dan tingakt pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”
-
“bukan lagi anak-anak ” (atau tidak dewasa)
-
tidak lagi “diombang ambingkan oleh rupa-ruap angin pengajaran, oleh permaian palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan”, dan
-
“bertumbuh di dalam segala hal ke arah” kepala.
Apakah kita siap mengizinkan diri kita maju dalam perjalanan yang lebih lagi dari sebelumnya, yang baru bersama DIA? Jika demikian, kita akan kagum ke mana Tuhanmau membawa kita!
Silahkan membaca buku ini dan alami terobosan demi terobosan bersama Dia, untuk mengalami “Tahun Pemulihan dan Kelimpahan lebih lagi terjadi dalam hidup kita untuk menyatakan kemuliaanNya di bumi ini.”
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:17 pm -
Mengapa Mereka Sukses & Beberapa di antaranya Gagal
(Seri Pahlawan Iman #3)
Ditulis oleh: Robert Liardon
Robert Liardon menulis beberapa buku tentang Pahlawan Iman ini dengan tujuan untuk membantu kita untuk belajar meraih kembali urapan Allah yang tertua dalam dua belas hamba Tuhan yang memiliki pelayanan yang luar biasa. Liardon secara tekun mencatat rangkaian peristiwa di dalam kehidupan mereka, pengajaran mereka, penemuan rohani yang mereka hasilkan dan foto-foto mereka. Liardon membahas empat hamba Tuhan yang dianggap sebagai pahlawan iman seperti:
· William J. Seymour : Anak mantan seorang budak yang mengubah sebuah kandang kuda berukuran sempit di jalan Azusa, Los Angeles, menjadi sebuah pusat kebangunan rohani yang terkenal di seluruh dunia.
· Aimee Semple Mc Pherson : Seorang yang berkepribadian menarik dan glamor. Pendiri Gereja Foursquare dan stasiun radio Kristen nasional yang pertama.
· Smith Wigglesworth : Si tukang ledeng yang tidak pernah membaca buku lain kecuali Alkitab dan membangkitkan orang mati!.
· Kathryn Kuhlman : Penginjil yang dikasihi, telah mengadakan banyak kebaktian mukjizat dan menarik jutaan orang yang skeptis kepada iman.
Dalam buku seri Pahlawan Iman yang ke tiga ini Liardon akan membahas :
1. Katryn Kuhlman “Wanita yang Percaya akan Mukjizat.”
2. William Branham “Seorang dengan Tanda-tanda heran dan Mukjizat yang Terkenal.”
3. Jack Coe “Orang yang Gegabah Imannya.”
4. A.A. Allen “Orang yang Penuh Mukjizat.”
Dalam Bab Sembilan dari buku ini, Liardon membahas tentang kehidupan dari Katryn Kuhlman. “Wanita yang Percaya akan Mukjizat” itulah yang Liardon tulis untuk Katryn Kuhlman. Mengapa? Inilah yang dijabarkan oleh Liardon akan iman Katryn kepada Tuhan Yesus, “Ratusan orang telah disembuhkan hanya dengan duduk diam di tengah hadirin tanpa ada demonstrasi apa pun. Sama sekali tidak ada. Bahkan seringkali bahkan tidak ada khotbah yang disampaikan. Kadang-kadang tidak ada satu lagupun dinyanyikan. Tidak ada demonstrasi yang hingar bingar, tidak ada seruan kepada Tuhan dengan suara nyaring seakan-akan Dia tuli. Tidak ada jeritan,teriakan,dalam keheningan yang sedemikian, DALAM HADIRAT-NYA. Ratusan kali terjadi ketika hadira Allah begitu nyata sehingga orang hampir bisa mendengar irama detak jantung ribuan orang itu menyatu.”
Pelayanan Katryn Kuhlman yang unik itu meletakan dasar bagi pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan banyak orang diseluruh penjuru dunia. Pelayananya mengalihkan fokus tubuh Kristus dari penampilan luar karunia-karunia adikodrati oleh Roh Kudus menjadi kembali pada pemberi karunia-karunia itu yakni Roh Kudus. Sifat nubuatan dalam pelayannya memberi teladan bagi gereja macam apa di masa mendatang.
Banyak orang mencoba meniru gaya pelayana Katryn Kuhlman ini namun tak ada yang berhasil, Kathryn Kuhlman adalah teladan yang tidak kenal takut membayar harga untuk berjalan dalam pelayanan Tuhan.
Robert Liardon mengali hal-hal yang penting dari kehidupan para pahlawan iman ini yang perlu kita teladani. Buku ini akan membantu kita untuk belajar mentaati pimpinan Roh Kudus dalam setiap segi kehidupan kita dan membuat pelayan kita dasyat dan berhasil.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:16 pm -
Menang Menghadapi Krisis
By Myles Munroe
Anda Bisa Bertumbuh Pada Masa Krisis.
Masa perang saat ini yang berlangsung lama dan krisis ekonomi di seluruh dunia telah menyebabkan berbagai krisis pribadi yang tak terhitung banyaknya. Pengangguran, penyitaan, ancaman dan bayangan ketakutan dialami oleh semua orang, tidak terkecuali orang-orang Kristen.
Anda dapat bertahan dan bahkan bertumbuh selama masa ini, dengan menunjukkan perhatian khusus pada perintah semula Allah untuk berbuah dan menguasai sumber-sumber bumi., Anda akan mengalahkan apapun yang menghalangi jalan Anda. Lagipula tidak ada krisis dalam kerajaan, tempat di mana orang-orang Kristen memegang kewarganegaraan sejatinya.
Beberapa topik yang sangat kuat mencakup hal-hal berikut ini:
-
Apa yang Diperlukan untuk Mengatasi Krisis
-
Tujuh Cara Mengelola Krisis
-
Mengatasi Masa-masa Krisis
-
Bertumbuh pada Masa Krisis
-
Menemukan Kehidupan Melampaui Pekerjaan Anda
-
Memaksimalkan Keuntungan-keuntungan Krisis
-
Sepuluh Cara untuk Bangkit di atas Krisis
Hari ini, putuskanlah untuk bangkit melampaui berbagai keadaan Anda dan atasilah krisis Anda.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang diatas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kira dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus yesus, Tuhan kita (Roma 8:37-39).
Orang-orang agamawi mencari berbagai mukjizat ketika sebuah krisis datang, mereka menginginkan Allah untuk membereskan hal tersebut tanpa sedikitpun berusaha. Mereka malas. Mereka ingin menemukan sebuah persediaan sihir dan pertolongan seketika atas masalah mereka. Mereka memperlakukan Allah seperti Sinterklas atau mungkin sesuatu yang lebih rendah dari Sinterklas karena bahkan Sinterklas mengatakan bahwa Anda harus menjadi anak yang baik terlebih dahulu untuk mendapatkan hadiah-hadiah untuk Anda. Ya terkadang orang-orang rohani memperlakukan Allah seperti jin dalam botol.
Kita adalah orang-orang KerajaanNya bukanlah orang-orang agamawi, kita adalah Umat pilihanNya, umat kerajaanNya yang memahami bagaimana kuasaNya bekerja karena kita memiliki hubungan yang erat yang dibangun setiap hari denganNya. Tuhan memberikan kunci-kunci untuk mengatasi setiap krisis yang Dia ijinkan untuk menguji setiap kita, umat kerajaanNya (Matius 16:19).
Yesus memberitahukan kepada murid-muridNya bahwa diberikan rahasia Kerajaan Allah tetapi…. (Markus 4:11)
Silahkan membaca buku ini untuk lebih lagi mengerti dan menang dalam menghadapi krisis supaya namaNya lebih lagi dimuliakan lewat kesaksian hidup dari setiap kita.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:15 pm -
Let Us Worship
Panggilan untuk Menjadi Penyembah yang Benar
Pengarang : Judson Cornwall
Saya sedang berdiri di atas mimbar dalam sebuah konferensi beberapa waktu yang lalu, ketika jemaat membebaskan diri untuk menyembah Allah dengan cara yang membuat saya merasa tidak nyaman. Saya mengamati mereka beberapa waktu lamanya dan segera menyadari bahwa mereka telah tenggelam ke dalam suatu ekspresi dan ketulusan melebihi apa yang pernah saya alami, dan saya tidak bisa menyangkalnya. Namun, saya tidak bisa ikut terlibat di dalamnya secara roh. Saya hanya bisa meniru apa yang mereka lakukan.
“Saya tidak tahu caranya menyembah!” saya berseru kepada Allah. “Tapi Aku tahu,” tampaknya Roh Kudus menanggapi dalam hati saya, “dan Aku akan mengajarimu, kalau engkau mau.”Saya harus mengakui bahwa saya belum bisa belajar menyembah seperti mereka dalam ibadah tersebut karena saya mendapati bahwa belajar merupakan langkah progresif yang dilakukan oleh Roh Kudus. Sungguh, Dia adalah seorang guru yang sabar. Dia menunutun kita untuk terus majud ari posisi yang sekarang menuju ke posisi yang seharusnya kita berada dalam penyembahan.
Saya melihat hal-hal yang dari Tuhan dan hati saya ingin menanggapinya dengan penyembahan tetapi entah mengapa saya tidak mampu mengeluarkan kata-kata dari mulut saya. Saya bahkan tak bisa melepaskan emosi saya. Ada sesuatu di antara saya dan Allah yang begitu ingin saya tanggapi. Meskipun sudah mengakui segala macam dosa dalam hidup saya yang saya ketahui serta yakin bahwa tidak ada sikap hati saya yang keliru, saya masih tetap menghadapi halangan yang tidak kasat mata ini.
Dulu, dan masih sampai sekarang, saya yakin bahwa setiap kali ada sesuatu di antara saya dan Allah dalam penyembahan, penghalang itu tidak mungkin berasal dari Allah karena jelas tidak ada sesuatu pun dalam Allah yang bisa menghalangi kita untuk menyembah Dia. Tidak ada! Itu berarti bahwa penghalang itu ada pada saya, sedangkan saya tidak tahu apa itu.
Melalui diskusi dengan beberapa orang maka hal ini yang didapati: Bukankah ini sebabnya Allah menaruh RohNya dalam hati setiap kita, yaitu supaya kita bisa berseru “Ya Abba, Ya Bapa” Allah tahu apa yang perlu diubah dari manusia dan bukan pada pihakNya, untuk menjadikan kita para penyembah Nya yang berkenan pada akhirnya. Karena itu dengan berdiam dalam roh manusia, Allah bisa membantu kita menakluknan penghalang tersebut yang membuat kita tidak bisa menyembah yang mungkin disebabkan oleh dosa, dipengaruhi oleh budaya atau ditanamkan oleh agama dalam diri kita.
Pola hidup dan keagamaan kita telah membentuk tanggapan kita kepada Allah dan roh kita telah menciptakan suatu penolakan secara otomatis dalam jaringan ingatan kita sehingga saat kita berusaha mencapai suatu yang melampaui batasan pikiran kita, kita tidak bisa melakukannya. Roh Kudus yang bekerja dari dalam,mulai memprogram ulang baik pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar supaya kita bisa bebas menyembah Allah dengan cara yang baru.
Yoh 4:23-24 “….Allah itu Roh dan siapa saja yang menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.” Berdasarkan ayat diatas maka dapat diartikan sebagai berikut meskipun puji-pujian bisa dihasilkan oleh roh manusia, penyembahan tidak mungkin terjadi tanpa bantuan Roh Kudus.
“Roh Kudus dan Penyembahan” adalah topik yang dibahas salah satu dari buku ini. Penulis menceritakan bagaimana suatu pembelajaran yang baru yang dia terima saat dia membuka hati untuk mau mengalami penyembahan yang lebih dari sebelumnya.
Silahkan membaca buku ini dan alami terobosan demi terobosan dalam melayani Tuhan kita, Yesus Kristus. Tuhan memberkati.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:12 pm -
Let Us Praise
Panggilan untuk Menjadi Pemuji yang Benar
Pengarang : Judson Cornwall
Ketika Jemaat kami mulai bisa memuji, kami sudah memiliki anggota jemaat yang berasal dari sekitar 20 latar belakang denominasi, yang menyembah bersama-sama. Meskipun sebagian besar dari mereka sudah dipenuhi Roh Kudus, mereka tidak mengelompokkan diri sebagai kaum Pentakosta atau sebagai anggota denominasi seperti yang tertera pada bangunan gereja. Sesungguhnya masing-masing memiliki identitas sendiri-sendiri, sesuai denominasi yang telah diikuti selama bertahun-tahun. Meskipun kami tidak pernah menggunakan istilah resmi, menurut saya (Judson Cornwall) kami bisa digolongkan sebagai suatu gereja yang bersifat komunitas.
Dengan berbagai latar belakang, aliran, tidak heran ada perbedaan yang sama besarnya dalam konsep kami tentang pujian. Anggota kami yang berasal dari latar belakang liturgis memandang pujian dari sudut pandang berbeda dari kaum pentakosta klasik. Dan meskipun kami semua setuju bahwa pujian merupakan suatu hal yang benar, ternyata kami terpecah belah dalam hal cara mengekspresikannya.
Menyadari bahwa hingga titik ini kami telah begitu saja meniru metode pujian yang telah dicontohkan, kami bersepakat mencari dasar alkitabiah untuk melihat apakah Allah telah menyampaikan suatu pola tentang puji-pujian. Tampaknya lebih baik merujuk langsung pada pola yang asli daripada meniru sesuatu yang telah “dicomot” dari situ.
Kami menemukan dua kitab dalam Alkitab yang memberikan suatu kilas pandang tentang surga yaitu di Perjanjian Lama, di kitab Yesaya, dan di Perjanjian Baru, di kitab Wahyu. Meskipun ada penulis lain dalam Alkitab yang mendapat penglihatan tentang makhluk-makhluk surgawi (khususnya Yehezkiel), Yesaya dan Yohanes-lah yang rentang hidupnya berjarak ratusan tahun, berasal dari kebudayaan yang berbeda, menjalani kehidupan yang sangat erbeda (Yesaya adalah penasihat raja sedangkan Yohanes adalah tawanan para raja), berbicara dengan bahasa yang berbeda, namun melihat dan melaporkan hal yang serupa tentang kemegahan puji-pujian disorga.
Bagaimana sesungguhnya pujian yang dikehendaki Allah? Apa dasar alkitabiah tentang pujian? Apa motivasi kita dalam memujiNya?
Pertanyaan-pertanyaan ini barangkali menggelayuti pikiran kita. Kita sudah memujiNya. Sayang sekali, kita tidak tahu arti,tujuan dan motivasinya. Buku ini menjawab segala hal berkaitan dengan pujian; tujuan, pola, paradigma, pelaku, kesepakatan, bentuk, kuasa, dan hambatan dalam memuji.
Tujuannya hanya satu, menyenangkan hatiNya. Pujian yang dilantunkan dengan sikap hati yang tulus ikhlas dan didasari kasih yang mendalam akan menyenangkan, memuaskan sekaligus berkenan kepadaNya. Betapa Dia rindu mendengar pujian kita!
Kuasa pujian akan mengatasi kuasa dan niat jahat Iblis . Judson Cornwall menganjurkan kita untuk tidak lagi mengusir setan dari tengah-tengah kita saat kita memuji Tuhan. Kita disarankan untuk tidak member perhatian kepada iblis. Perhatian kita harus tertuju kepada Allah karena Allah sendirilah yang akan berurusan dengan Iblis.
Marilah kita membawa hadiratNya ke bumi sekaligus bergabung dengan makhluk surgawi untuk member pujian tingkat tinggi kepada Allah! Memuji adalah tugas utama disurga. Mengapa kita tidak berlatih saat kita masih dibumi?
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:11 pm -
Berdoa dengan Otoritas
Melepaskan Otoritas Tuhan agar KehendakNya Terjadi di Bumi
Pengarang : Barbara Wentroble
Jika kita sering merasa bahwa doa-doa kita terlalu takut-takut atau tidak efektif, kita tidak sendirian. Terlalu sedikit orang Kristen yang mau menggambarkan kehidupan doa mereka sebagai sesuatu yang menarik atau penuh petualangan. Tetapi sebenarnya itulah seharusnya! Pengalaman mulia dan memperkaya yang kita semua alami, karena kita telah diberikan otoritas oleh Kristus untuk berdoa dalam namaNya!
Sebagai orang-orang percaya, sekali kita berada dibawah otoritas Tuhan, kita sanggup berdoa dengan otoritasNya. Tuhan berbicara kepada orang-orang yang berada dalam hubungan denganNya. Ia memberikan kepada mereka pengungkapan kehendakNya. Pengungkapan kehendakNya (Pewahyuan) akan melepaskan dalam diri orang-orang percaya otoritas untuk mengucapkan kehendakNya dalam suatu keadaan. Karena itu, pengungkapan melepaskan otoritas.
Tuhan member pewahyuan kepada Musa selama perjumpaan muka dengan muka. Melalui pewahyuan yang diberikan Tuhan kepada Musa maka Musa menerima otoritas. Harus dan Miryam, kakak laki-laki dan kekak perempuan Musa, memberontak terhadap otoritas itu, Tuhan kemudian berbicara kepada mereka dan menegur mereka karean memberontak terhadap otoritas yang telah diberikanNya (Bilangan 12). Menurut Watchman Nee dalam bukunya Spiritual Authority, dia menasehati kita untuk mencari Tuhan, bukan berusaha sekuat tenaga mendapatkan otoritas: Jika kita mencari wajah Tuhan, Ia memberikan pewahyuan kepada kita dan meneguhkan otoritas kita.
Dengan demikian pewahyuan adalah bukti otoritas. Kita harus belajar untuk tidak berusaha sekuat tenaga atau berbicara bagi diri kita sendiri. Kita seharusnya tidak bergabung dengan barisan Harun dan Miryam yang berjuang untuk mendapatkan otoritas. Jika kita berusaha dengan sekuat tenaga, itu tidak hanya membuktikan bahwa otoritas kita sepenuhnya duniawi, gelap dan kosong dari visi surgawi.
Diseluruh Alkitab, para pemimpin ilahi yang menerima pewahyuan dari Tuhan bertindak sebagai teladan pengaruh kuasa otoritatif. Yusuf adalah salah seorang yang mencari Tuhan untuk mendapatkan hikmat. Sebagai seorang pemuda, Yusuf menerima sebuah mimpi dari Tuhan yang menunjukkan peranan masa depannya sebagai seorang pemimpin. Tetapi baru bertahun-tahun kemudian mimpi itu tergenapi. Yusuf hidup melalui kesukaran yang mengerikan dan keadaan-keadaan yang tampaknya mustahil sebelum melangkah ke dalam tujuan hidupnya. Melalui tahun-tahun yang sukar itulah , ia terus mempercayai Tuhan. Masa depannya tergantung pada kesetiaannya kepada Tuhan dalam setiap keadaan hidupnya. Kemurnian hati dan kehidupan sangat penting jika seseorang yang diberikan kuasa atau kedudukan di bmumi mau berhasil dalam menjalankan tanggung jawabnya dalam cara yang akan menghormati tuhan dan benar-benar memberkati orang-orang dibawah otoritasnya.
Keterbatasan pengalihan bahasa menjadi sedikit menggangu penyampaian pengarang dari buku ini namun melalui buku ini Barbara Wentroble ingin memperlihatkan bagaimana mengantarkan kehidupan doa kita ke suatu tingkatan yang baru yang dinamis. Barbara dengan hati-hati menjelaskan mengapa kita mempunyai otoritas untuk memerintah dalam alam rohani dan ia juga mengajarkan kita bagaimana mengambil otoritas itu dan memasukkan kuasa lebih besar dalam doa-doa kita untuk memajukan Kerajaan Tuhan (KehendakNya terjadi!). Kita sedang menjadi alat kehendak Tuhan dan belajar untuk berdoa syafaat sesuai dengan kata-kata itu.
Apakah kita siap mengizinkan diri kita maju dalam perjalanan ke suatu kehidupan doa yang baru? Jika demikian, kita akan kagum ke mana Tuhanmau membawa kita!
Silahkan membaca buku ini dan alami terobosan demi terobosan bersama Dia, untuk mengalami “Tahun Pemulihan dan Kelimpahan lebih lagi terjadi dalam hidup kita untuk menyatakan kemuliaanNya di bumi ini.”
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:10 pm -
Maksud Anda Itu Tidak Ada di Alkitab?
10 Kepercayaan Populer yang Tidak Benar.
By David A. Rich
Tidak ada keseimbangan = Tidak ada Motivasi.
Penting untuk diperhatikan saat ini bahwa diperlukan keseimbangan dalam hidup kita untuk tercapai hasil yang Tuhan inginkan yang melebihi yang kita inginkan.
Untuk setiap khotbah tentang melawan iblis diperlukan khotbah mengenai dominasi Tuhan atas kejahatan.
Untuk setiap khotbah tentang tanggung jawab manusia dalam hal menyebarkan injil maka seharusnya ada khotbah tentang rancangan tertinggi Tuhan dalam hidup setiap manusia.
Untuk setiap khotbah pertobatan seharusnya juga khotbah tentang karya terakhir dari salibNya. Untuk setiap khotbah tentang perpuluhan seharusnya ada khotbah tentang penggunaan karunia-karunia yang Tuhan berikan kepada setiap kita.
Motivasi Kristen adalah hal yang baik, tetapi tanpa keseimbangan itu akan berdampak sangat berbahaya.
Intinya adalah memberikan penghargaan kemana pengharaan itu harus diberikan. Manusia mengambil terlalu banyak penghargaan dan gereja terkadang menekan penghargaan terlalu besar pada upaya-upaya manusia dibandingkan kepada sang pemberi keselamatan itu sendiri yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.
Galilah kebenaran Alkitab dan temukan versi kebenaran Tuhan yang tidak disimpangkan selalu jauh lebih baik dan jauh lebih menantang dalam kehidupan ini.
Daftar isi dari buku ini adalah:
Kebenaran sedang Muncul Kembali.
Bagaimana Agama Telah Menyimpang dari Jalur.
Sepuluh Kepercayaan Populer yang Tidak akan Anda Temukan di Alkitab
Kepercayaan #1: Ada Banyak Jalan Menuju Surga.
Kepercayaan #2: Ketika Kita Mati, Kita Menjadi Malaikat.
Kepercayaan #3: Tuhan Menolong Mereka yang Menolong
Diri Sendiri.
Kepercayaan #4: Tuhan ingin Anda Menjadi Kaya.
Kepercayaan #5: Orang Kristen Tidak Sempurna, Hanya Diampuni.
Kepercayaan #6: Kita adalah Co-Pilot Tuhan.
Kepercayaan #7: Berdoalah Giat, maka Tuhan akan Menjawab.
Kepercayaan #8: Tuhan dan Setan sedang Berperang.
Kepercayaan #9: Tuhan Tidak Mengurus Hal-hal Kecil.
Kepercayaan #10: Semua Orang Mempunyai Kehendak Bebas.
Mengapa Kebenaran Tuhan Lebih Baik
Satu Reformasi Lagi.
Melampaui Kepercayaan.
Lebih Banyak Lagi Kepercayaan untuk Dieksplorasi dan Diselidiki.
Buku ini adalah upaya untuk membantu Anda/kita untuk melihat dan mengerti bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang berdaulat lebih besar,lebih mengagumkan,lebih memegang kendali dan lebih blayak mendapatkan kekaguman daripada yang dapat kita bayangkan.
Silahkan membaca buku ini untuk mengerti lebih lagi bagaimana David Rich menjelaskan Sepuluh Kepercayaan Populer yang Tidak akan Anda Temukan di Alkitab.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:08 pm -
Kingdom Parenting
By Myles Munroe and David Burrows
Setiap hari orang tua menghadapi hal-hal yang baru dan kadang-kadang menakutkan, yang berhubungan dengan anak-anak mereka. Ser
ing kali mereka tidak siap menghadapi hal-hal baru atau mengatasi masalah anak-anak mudah yang timbul pada masa kini.
Mengapa? Karena anak-anak muda sebelumnya tidak pernah menghadapi godaan-godaan luar biasa dari pornografi internet, perjudian, lirik lagu yang keras (bunuh diri), pengagungan gaya hidup “gangster” dan runtuhnya gaya hidup keluarga tradisional yang alkitabiah.
Buku ini memberikan prinsip-prinsip praktis bagi Anda dan anak remaja Anda untuk diterapkan pada kehidupan Anda yang akan melawan kuasa-kuasa yang menghancurkan keluarga Anda.
Bantuan-bantuan praktis untuk mempertahankan keluarga Anda termasuk:
-
Firman Tuhan
-
Membangun Hubungan
-
Disiplin
-
Rencana Semula
Kingdom Parenting memberikan kepada Anda pelatihan untuk membimbing anak-anak Anda, khususnya anak-anak remaja melalui dunia yang penuh bahaya dan memberikan harapan bahwa masa depan masih penuh dengan janji dan potensi yang harus digenapi!
Tiga Sasaran Dasar Tugas Orang Tua.
Sama seperti hal-hal lain dalam kehidupan,tugas orang tua yang efektif dimulai dengan Tuhan. Siapakah yang lebih baik memberikan prinsip-prinsip dasar tugas orang tua dibanding sang Pencipta hidup serta Pendiri perkawinan dan keluarga?
Sejak penciptaan umat manusia, rancangan Tuhan bagi kita adalah beranakcucu untuk memenuhi planet ini. Menghasilkan dan melakukan tugas orang tua kepada anak-anak adalah bagian besar dari perintah semula yang diterima umat manusia dari Pencipta kita (Kejadian 1:26-28).
Dalam setiap kasus entah sedang berbicara tentang Tuhan dan manusia atau tentang orang tua dan anak-anak mereka, kata-kata gambar dan rupa berurusan dengan lebih dari hanya sekedar penampilan lahiriah; kata-kata itu berhubungan juga dengan kualitas-kualitas internal.
Ada tiga sasaran yaitu
-
Mereproduksi Sifat Alami Orang Tua dalam Diri Anak.
-
Mereproduksi Karakter Orang Tua dalam Diri Anak.
-
Mereproduksi Tingkah Laku Orang Tua dalam Diri Anak.
(silahkan membaca definisinya lebih lagi di awal buku ini).
Jika kita ingin mencari model tugas orang tua yang sempurna kita tidak perlu mencari lebih jauh dari hubungan antara Allah Bapa dan Allah Anak. Yesus sama seperti BapaNya karena mereka berasal dari inti yang sama (Yohanes 14:9). Jadilah peniru Tuhan dan bukan manusia, bagaimana kita menjadi peniru Tuhan? Dengan hidup dalam kasihNya. Ingatla kasih adalah obat penawar dari rasa sakit apapun. Dengan memandang kepada Kristus sebagai contoh kita maka kita akan melihat sifat,karakter dan tingkah laku BapaNya dan jika kita meniruNya dalam perkataan dan perbuatan-perbuata, kita akan memberikan kepada anak-anak kita suatu contoh pola bagi kehidupan mereka.
Mari alami kemenangan demi kemenangan bersama DIA dan jadilah sesuai yang Tuhan harapkan kita menjadi yaitu yang berdampak dan menyatakan kemuliaanNya dalam hidup setiap kita.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:07 pm -
Love & Marriage
By Myles Munroe
Pada hari-hari ini banyak orang bingung mengenai pernikahan. Dimata banyak orang lembaga pernikahan sudah tidak relevan,suaatu benda yang ketinggalan/kuno.
Mereka mempertanyakan apakah pernikahan tetap merupakan ide yang bagus, khususnya dalam budaya sekarang yang lebih bebas dan dicerahkan. Konsep seperti kehormatan, kepercayaan, kesetiaan dan komitmen tampaknya sudah ketinggalan zaman dan tidak sesuai lagi dimasyarakat yang modern ini. Banyak orang berganti pasangan semudah mereka berganti sepatu ( dan nyaris sama seringnya!)
Kebingungan tentang pernikahan ini tidak perlu membuat kita terkejut, mengingat serangan yang membingungkan dari sikap dan filosofi duniawi yang menghantam kita di mana saja dan kapan saja. Setiap hari,buku,majalah,film dan sinetron,sitcom dan drama pada jam siaran utama membombardir kita dengan gambar-gambar istri dan suami yang berselingkuh.
Pria dan wanita yang tidak menikah langsung lompat ke tempat tidur dan sama cepatnya melompat keluar untuk menemukan pasangan mereka yang berikutnya. Pernikahan adalah ide Allah sendiri…silahkan baca lebih lanjut lagi tentang pernikahan di mata Tuhan di bagian 1 dalam buku ini.
“Kasih mendefinisikan sifat Allah Sendiri”
Lalu apa yang Allah katakan tentang cinta? Berlawan dengan banyak asumsi lazim dunia pada umumnya, cinta atau kasih seperti disajikan di dalam Alkitab terutama bukanlah emosi, melainkan sikap hati.
Emosi tidak tunduk pada perintah; tak seorangpun dapat diperintahkan bagaimana perasaannya tentang orang atau benda tertentu. Namun diseluruh Alkitab Tuhan memerintahkan umatNya untuk mengasihi. Kasih yang alkitabiah adalah suatu perintah. (lihat halaman 142-143).
Jika kita diperintahkan untuk mengasihi, bagaimana kita melakukannya? Apakah artinya mengasihi Allah? Apa maksudnya mengasihi orang lain? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sangat penting yang menembus langsung ke inti dari hubungan yang bermakna. Begitu banyak hubungan sekarang ini gagal karena konsep dan pengertian yang tidak memadai tentang cinta atau kasih.
Kasih terutama bukanlah emosi, melainkan sikap hati!
Keterbatasan bahasa dalam mengungkapkan arti suatu kata dapat berdampak untuk mengartikan suatu jajaran luas suatu objek. Contoh kata love dalam bahasa inggris dapat diartikan sebagai suka atau cinta sedangkan dalam bahasa Yunani kuna menggunakan empat kata yang berbeda untuk cinta yaitu : phileo,storge,eros dan agape. Dimana tiap-tiap kata mengidentifikasi tipe dan kadar cinta yang terpisah dan berbeda. Hanya dua dari kata-kata ini yaitu phileo dan agape benar-benar ditemukan di Perjanjian Baru tetapi memeriksa arti keempat kata cinta ini akan membantu kita mengerti lebih dalam lagi apa yang sebenarnya yang merupakan cinta yang sejati dan apa yang bukan. Silahkan membaca lebih lanjut lagi di bagian 2 akan bahasan tentang arti cinta ini.
Silahkan dapatkan buku ini di perpustakaan BIC Bangkok dan alami terobosan demi terobosan akan janji-janji Tuhan dalam hidup kita, umat pilihanNya.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:05 pm -


BIC Bangkok Facebook
BIC Bangkok Twitter