<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Bethany International Church</title>
	<atom:link href="http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bethanybangkok.com</link>
	<description>Bangkok</description>
	<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 01:03:43 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kedewasaan Yang Benar : Sept (week 5), 2010</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3208</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3208#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 01:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dsundah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Materi FA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3208</guid>
		<description><![CDATA[Baca Bersama: 1Korintus 13:11-12
&#160;
Konsep dunia/umum mengenai kedewasaan selalu dikaitkan dengan usia seseorang. Kebanyakan orang beranggapan bahwa semakin tua seseorang, maka semakin dewasalah ia. Namun kita semua juga tahu bahwa ada beberapa orang yang ternyata semakin tua usianya, tidak menunjukkan semakin dewasa (beberapa di antara anda sekarang bahkan mungkin sedang mengingat dan membayangkan orang tersebut bukan?).
Menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca Bersama:<b> 1Korintus 13:11-12</b></p>
<p>&#160;</p>
<p>Konsep dunia/umum mengenai kedewasaan selalu dikaitkan dengan usia seseorang. Kebanyakan orang beranggapan bahwa semakin tua seseorang, maka semakin dewasalah ia. Namun kita semua juga tahu bahwa ada beberapa orang yang ternyata semakin tua usianya, tidak menunjukkan semakin dewasa (beberapa di antara anda sekarang bahkan mungkin sedang mengingat dan membayangkan orang tersebut bukan?).</p>
<p>Menjadi dewasa sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan usia. Kedewasaan diraih dengan perjuangan, dengan berusaha dan dengan bekerja keras. Kedewasaan adalah kualitas hidup yang akan berpengaruh terhadap diri sendiri, maupun terhadap orang-orang yang di sekitarnya.<b></b></p>
<p>Sayang sekali tanpa disadari banyak orang gagal memahami kedewasaan yang benar sehingga jatuh dalam berbagai masalah atau kedewasaan palsu. Jika kita memahami mana kedewasaan yang benar dan mana yang palsu, maka akan menjadi lebih mudah bagi kita untuk bergerak menuju kedewasaan yang benar.<b></b></p>
<p><b>Kedewasaan palsu dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti:</b><b></b></p>
<p>· Perasaan tidak dihargai dalam keluarga (selalu dianggap anak-anak)</p>
<p>· Terpengaruh oleh pergaulan-pergaulan yang negatif/kekanakan/mementingkan diri sendiri</p>
<p>· Menganggap bahwa kedewasaan berarti kebebasan dan bukannya hidup dalam tanggung-jawab</p>
<p>Kedewasaan palsu berdampak kepada hal-hal yang serius, seperti: mudah ditipu dalam pergaulan (mental anak-anak), banyak melakukan tindakan yang negatif, karena bahwa kedewasaan berarti bisa berbuat seenaknya, dan yang paling parah adalah tidak mau bertanggung-jawab karena merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang “lumrah” dilakukan oleh orang-orang lain.</p>
<p>Ê Orang-orang yang memiliki kedewasaan palsu akan mengukur kedewasaannya berdasarkan apa yang dilakukan oleh mayoritas orang dan bukan mengukurnya berdasarkan kebenaran Firman TUHAN dan apa yang dikehendakiNya.</p>
<p>Ê Orang-orang yang dewasa palsu biasanya menginginkan agar selalu dipuji dan dihormati karena “sudah tua”, tidak mudah bergaul dengan yang lebih muda, bergaya lebih tua dari usia sebenarnya dan bahkan jika menceritakan dirinya akan melebih-lebihkan fakta yang sebenarnya. Semua itu dilakukan agar orang-orang di sekelilingnya menganggap dia “dewasa”.</p>
<p>Kedewasaan yang benar adalah kedewasaan yang semakin lama semakin bertumbuh di dalam kebenaran dan kehendak TUHAN. Apa ciri orang yang dewasa yang benar?</p>
<p>Perhatikan dan bacalah ciri-ciri orang dewasa dalam <b>1Korintus 14:20</b> dan <b>Kolose 4:12</b> :</p>
<p><b>1. Orang yang dewasa yang benar, memiliki pemikiran benar (1Korintus 14:20)</b></p>
<p>Pemikiran benar adalah pemikiran yang berdasarkan kebenaran, yaitu: berdasarkan Firman TUHAN. Yang betul menurut dunia tidak selalu benar menurut Firman TUHAN, tetapi kebenaran Firman TUHAN pastilah betul.</p>
<p><b>2. Orang yang dewasa yang benar, peduli kepada orang lain dan berdoa </b><b>untuk mereka (Kolose 4:12)</b></p>
<p>Orang yang dewasa yang benar menyadari bahwa keberadaan dirinya di dunia ini adalah untuk menjadi berkat bagi orang lain. TUHAN dengan jelas memaparkan kebenaran ini dalam seluruh Alkitab, bahwa orang yang mengasihi TUHAN juga pastinya mengasihi sesamanya.</p>
<p><b>3. Orang yang dewasa yang benar, percaya dan yakin penuh dengan segala hal yang dikehendaki TUHAN (Kolose 4:12)</b></p>
<p>Hanya orang dewasa yang benar yang tidak akan tergoyahkan akan hal-hal yang terjadi di dunia ini; ia percaya dan yakin penuh akan segala sesuatu yang dikehendaki TUHAN dalam dirinya, walaupun apapun yang terjadi disekelilingnya.</p>
<p>Hanya orang dewasa yang benar yang memiliki iman bahwa ALLAH sanggup bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikkan bagi dirinya yang mengasihi TUHAN sepenuhnya. Orang yang dewasa palsu hanya akan mengalir/mengikut kemana “berkat” ada, sedangkan yang dewasa yang benar tidak akan berfokus kepada berkat, tetapi kepada DIA yang adalah segalanya.</p>
<p><b>Peneguhan</b></p>
<p>Mereka yang dewasa secara benar yang akan hidup dalam pemulihan dan kelimpahan. Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3208</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hambatan Kemenangan : Sept (week 3), 2010</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3207</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3207#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 01:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dsundah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Materi FA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3207</guid>
		<description><![CDATA[Baca Bersama: Ulangan 20:1-4

Satu hal yang membedakan TUHAN yang kita sembah dalam nama YESUS KRISTIS dengan ilah-ilah lain di dunia ini adalah fakta bahwa IA menjadikan kita sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang, yaitu: orang-orang yang diberi kemenangan oleh TUHAN, karena Ia begitu mengasihi kita. Kita lebih dari pemenang!
Namun ada satu hal yang harus kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca Bersama:<b> Ulangan 20:1-4</b></p>
<p><strong></strong></p>
<p>Satu hal yang membedakan TUHAN yang kita sembah dalam nama YESUS KRISTIS dengan ilah-ilah lain di dunia ini adalah fakta bahwa IA menjadikan kita sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang, yaitu: orang-orang yang diberi kemenangan oleh TUHAN, karena Ia begitu mengasihi kita. Kita lebih dari pemenang!<b></b></p>
<p>Namun ada satu hal yang harus kita pahami dengan benar, yaitu: walaupun kita dalam penyertaan dan pimpinan TUHAN, hal tersebut bukan berarti kita bebas dari tantangan hidup dan kesulitan-kesulitan (<b>Ulangan 20:1</b>), namun justru penyertaan TUHAN tersebut dibutuhkan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang besar. Ini diizinkan TUHAN agar kita pun merasakan arti dan nikmat dari kemenangan.</p>
<p>Ia ingin agar kehidupan kita selalu naik ke tingkat yang lebih tinggi, oleh karenanya tantangan (peperangan) dibutuhkan untuk terus melatih dan mendongkrak kita ke tingkat kedewasaan rohani yang lebih tinggi. Kekuatan fisik diukur dari seberapa berat benda yang dapat kita angkat, namun kekuatan rohani diukur dari seberapa berat beban hidup yang dapat anda pikul. Percayalah, bagi orang-orang biasa kelihatannya mustahil, tetapi tidak ada yang mustahil bagi orang percaya karena ALLAH sendiri yang akan memberikan kekuatan.<b></b></p>
<p>Hal yang hendaknya kita perhatikan sebaliknya adalah bahwa ternyata ada hal-hal yang dapat menghambat kita berada dalam kemenangan terus-menerus dalam hidup kita. Keempat penghambat tersebut adalah:<b></b></p>
<p><b>1. Mengikuti nasehat yang salah (Mazmur 1:1-3)</b></p>
<p>Sayang sekali banyak anak-anak TUHAN ketika bekerja dan melayani, mengikuti nasehat-nasehat yang salah. Nasehat yang salah bisa jadi berasal dari orang-orang lain dan bisa juga berasal dari dalam diri kita sendiri (nafsu dan ego).</p>
<p>ALLAH tentu ingin anda sukses dalam hidup saat ini, namun ikutilah apa yang menjadi petunjukNya dan bukan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal ALLAH. Jikalau ada yang mengatakan agar bisnis/kerja anda sukses, maka harus mengikuti Feng Shui atau Zen dsb., itu sudah jelas menyalahi Firman TUHAN. Sumber sukses kita tidak ditentukan bagaimana kita mengatur tata letak ruang dan sebagainya, tetapi bagaimana kita menempatkan diri kita dalam kehendak dan rencana TUHAN.</p>
<p>Jangan anda tertipu. Banyak orang-orang dunia yang sukses, tetapi mereka tidak memiliki kekayaan di surga. Kesudahan mereka adalah kebinasaan. Tetapi anak-anak TUHAN yang hidup dalam nasehat yang benar, yaitu: yang sesuai Firman TUHAN, maka bukan saja mereka sukses di dunia, namun juga memiliki kekayaan yang besar di Surga.</p>
<p><b>2. Tidak sabar dalam menantikan waktu penggenapan janji TUHAN (Pengkotbah 3:1)</b></p>
<p>Prinsip yang dapat anda pegang adalah bahwa TUHAN selalu menggenapi janjiNya dan waktuNya tidak pernah terlambat, selama kita juga menjalankan apa yang menjadi bagian kita dan sabar menantikan waktu penggenapan janji itu.</p>
<p>Beberapa orang justru jatuh dalam hidup mereka karena tidak sabar menantikan waktu TUHAN, misalnya: Abraham yang mengambil Hagar agar melahirkan Ismail, padahal TUHAN sudah berjanji bahwa Sarah-lah yang akan memberikan keturunan kepadanya. Akibatnya? Keturunan Sarah dan Hagar bertikai sampai hari ini. Puji syukur kepada TUHAN, kasih dan setiaNya kepada Abraham (dan juga kepada kita) tidak berkesudahan.</p>
<p>Camkanlah hal ini: kalau anda bertindak tidak/di luar waktu TUHAN, maka Ia akan tetap mengasihi kita, namun kita tetap menanggung konsekuensi dari ketidak-sabaran kita. ALLAH mengizinkan demikian agar kita menjadi pribadi yang bertanggung-jawab atas segala keputusan kita. Sabarlah menantikan waktu TUHAN, maka kemenangan yang sejati akan engkau nikmati dalam hidupmu.</p>
<p><b>3. Tidak mau hidup dalam kekudusan</b></p>
<p>Tokoh-tokoh dalam Alkitab maupun para anak-anak TUHAN di zaman modern ini adalah orang-orang yang mengalami kemenangan demi kemenangan, karena mereka mau membayar harganya, yaitu: hidup dalam kekudusan. ALLAH itu kudus dan tanpa kekudusan tidak mungkin orang dalam melihat kemuliaan dan kemenangan ALLAH dalam hidupnya. Tantangan dan godaan dunia senantiasa berusaha menarik kita ke arah mereka. Namun hanya orang-orang yang mau hidup kudus dalam TUHAN akan terus menikmati kemenangan yang sejati dalam hidup mereka.</p>
<p><b>4. Gagal dalam pengendalian diri</b></p>
<p>Sayangnya, banyak juga tokoh dalam Alkitab yang gagal dalam mempertahankan kemenangan dari ALLAH, karena tidak mengendalikan dirinya. Simson jatuh karena tidak mengendalikan hawa nafsu seksnya, Imam Elkana mati salah satunya karena ia terlalu gemuk.</p>
<p>Ketika anda menerima TUHAN YESUS sebagai TUHAN dan Juruselamat dalam hidup anda, anda diberiNya kuasa untuk dapat mengendalikan diri anda. Pertanyaannya adalah: apakah anda mau mengikuti keinginan ROH atau anda hanya memuaskan keinginanmu saja? Jika fokus kita hanya untuk memuaskan apa yang kita inginkan, maka artinya kitapun gagal dalam mengendalikan diri kita.</p>
<p><b>Peneguhan</b></p>
<p>Kita mungkin diizinkan TUHAN menghadapi berbagai macam persoalan hidup (“peperangan”), tetapi Firman TUHAN dalam <b>Ulangan 20:3-4</b> berkata “…janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka, sebab TUHAN, ALLAH-mu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3207</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berjalan Dalam Kelimpahan Tuhan : Sept (week 2), 2010</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3206</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3206#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 01:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dsundah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Materi FA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3206</guid>
		<description><![CDATA[“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan bterus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya, nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.” (Yesaya 48:18-19)
&#160;
Ayat tersebut diatas merupakan pesan Nabi Yesaya kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan bterus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya, nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.” (<b>Yesaya 48:18-19</b>)</p>
<p>&#160;</p>
<p>Ayat tersebut diatas merupakan pesan Nabi Yesaya kepada orang-orang Yehuda untuk melihat masa depan yang akan dibuat TUHAN kepada mereka, yaitu: masa depan baru yang berbeda dan tidak sama dengan yang sebelumnya, bahwa ada kelimpahan berkat yang dibuat TUHAN dalam hidup mereka.</p>
<p>Pesan masa depan yang luar biasa ini juga pesan bagi kita orang percaya bahwa suatu keadaan hari depan yang cerah dibuat oleh tangan TUHAN bagi anak-anakNya, jikalau kita percaya. Siapapun kita, apapun keadaan kita dan sekalipun kita merasa bahwa hal itu tidak mungkin, tetapi jika kita percaya kepada Firman TUHAN (<b>Yohanes 11:40</b> “&#8230;Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan ALLAH.”) maka hal tersebut menjadi kenyataan.</p>
<p>Tanda seorang yang percaya adalah: melakukan/memperlihatkan hidupnya sejalan dan seturut dengan Firman TUHAN tanpa kompromi dan penyimpangan, tetapi radikal dengan kebenaran Firman TUHAN.</p>
<p>Dampaknya adalah:</p>
<p><b>1. </b><b>Damai Sejahtera tidak pernah kering</b></p>
<p>Suatu sikap hati dan jiwa dalam keadaan yang sangat tenang, walaupun sedang ada di tengah-tengah badai kehidupan yang makin mengganas. Bukankah firman TUHAN memberitahukan bahwa keadaan makin bertambah sukar dan sulit, kejahatan dan krisis makin merajalela? Tetapi bagi orang percaya TUHAN memberikan damai sejahtera dalam hati dan jiwanya. Ini yang memampukan anak-anak TUHAN tetap tenang dan membuat yakin bahwa setelah melewati gelombang hidup ini, ada berkat yang telah disediakan baginya.</p>
<p><b>2. Kebahagiaan akan terus berlimpah seperti gelombang laut</b></p>
<p>Keadaan bahagia yang tidak pernah berhenti seperti gelombang laut yang terus bergerak ke pantai atau menerpa batu karang. Ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa dibeli, dibuat atau dikondisikan oleh manusia, tetapi kebahagiaan/sukacita yang tidak dapat dipengaruhi oleh situasi dan keadaan apapun. Manusia bekerja mencari uang, harta supaya dapat bahagia, tetapi kenyataannya kebahagiaan tidak dapat dibuat atau dibeli oleh uang, kebahagiaan oleh karena TUHAN selalu memberkati dan menolong dalam keadaan yang sulit.</p>
<p><b>3. </b><b>Keturunan/anak-anak rohani menjadi seperti pasir di laut</b></p>
<p>TUHAN berjanji bukan hanya anak dalam keluarga yang bertambah, tetapi juga anak-anak dalam keluarga rohani/FA/Gereja juga makin bertambah seperti kersik, artinya: sangat banyak. Kita akan melihat pelipatgandaan dan suatu jumlah besar yang ditambahkan ke dalam bilangan keluarga rohani. Bukankah ini sedang masa penuaian, hujan pertobatan? Itu terjadi bagi mereka yang melakukan perintahNya.</p>
<p><b>4. </b><b>Namanya tidak dilenyapkan di hadapan TUHAN</b></p>
<p>Nama merupakan identitas dan menunjukkan suatu keberadaan; jika terhapus nama kita, maka tidak ada lagi keberadaan kita. Ada banyak nama bank, perusahaan yang sudah terhapus hingga tidak diingat dan dilupakan oleh orang. Syukur pada TUHAN bahwa nama kita tidak dihapuskan sehingga tetap ada untuk selamanya di hadapan BAPA.</p>
<p><b>Penutup</b></p>
<p>Ê Jika kita memperhatikan perintah-perintah TUHAN yang hari ini/saat ini TUHAN pesankan dengan kuat dalam hidup kita, maka kita akan mengalami berkat-berkat yang telah disebutkan di atas.</p>
<p>Ê Lakukan apa yang TUHAN perintahkan untuk dilakukan dengan sepenuh hati dan karena mengasihi TUHAN, maka kelimpahan berkat terjadi atas diri kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3206</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Rantai BIC Bangkok : Sept 2010</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3204</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3204#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 01:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Christian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3204</guid>
		<description><![CDATA[Shalom,
Diundang buat jemaat BIC Bangkok untuk ikut serta dalam rangkaian DOA RANTAI bulan September
Bulan ini akan dimulai dari jam 00.01 tanggal 13 September 2010 sampai dengan pikul 23.59 tanggal 15 September 2010
Yang belum punya jadwal doa ini, silahkan daftarkan namanya ke Ibu Esther Tedja.
GBU
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom,</p>
<p>Diundang buat jemaat BIC Bangkok untuk ikut serta dalam rangkaian DOA RANTAI bulan September</p>
<p>Bulan ini akan dimulai dari jam 00.01 tanggal 13 September 2010 sampai dengan pikul 23.59 tanggal 15 September 2010<br />
Yang belum punya jadwal doa ini, silahkan daftarkan namanya ke Ibu Esther Tedja.</p>
<p><strong>GBU</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3204</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Retreat BIC Bersama Ps Djohan Handojo 27-28 SEP 10</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3201</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3201#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 00:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Christian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3201</guid>
		<description><![CDATA[Shalom,
BIC Bangkok akan kembali mengadakan RETREAT special. Kali ini akan di adakan di dalam kota Bangkok.
Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 27-28 September 2010 dan ditutup dengan Ibadah Raya tanggal 29 September 2010
.
&#8220;AMAZING&#8221; RETREAT BIC in BANGKOK 27-28 September 2010&#8243;
.
TANGGAL 27 SEPTEMBER 2010
TEMPAT     : OMNI TOWER, SUKHUMVIT BALL ROOM lantai 8  Sukhumvit Rd soi 4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom,</p>
<p>BIC Bangkok akan kembali mengadakan RETREAT special. Kali ini akan di adakan di dalam kota Bangkok.</p>
<p>Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 27-28 September 2010 dan ditutup dengan Ibadah Raya tanggal 29 September 2010</p>
<p>.</p>
<p><strong>&#8220;AMAZING&#8221; RETREAT BIC in BANGKOK 27-28 September 2010&#8243;</strong></p>
<p>.</p>
<p><strong>TANGGAL 27 SEPTEMBER 2010</strong></p>
<p>TEMPAT     : OMNI TOWER, SUKHUMVIT BALL ROOM lantai 8  Sukhumvit Rd soi 4 Bangkok</p>
<p>WAKTU       : 19.30-22.00 (SESSION 1)</p>
<p>DIMULAI DENGAN DINNER BERSAMA 18.30-19.15</p>
<p>&#8216;</p>
<p><strong>TANGGAL 28 SEPTEMBER 2010</strong></p>
<p>TEMPAT     : OMNI TOWER, SUKHUMVIT BALL ROOM lantai 8 Sukhumvit Road Soi 4 Bangkok</p>
<p>WAKTU       : 10.00-12.30 (SESSION 2)</p>
<p>12.30-13.30 MAKAN SIANG</p>
<p>13.30-16.00 (SESSION 3)  Tersedia Snack</p>
<p>.</p>
<p><strong>Tanggal 29 September 2010</strong></p>
<p><strong>IBADAH RAYA</strong></p>
<p>TEMPAT     : NOVOTEL SIAM SQUARE, THE LIBRARY ROOM BASEMENT</p>
<p>WAKTU      : 10-.00-12.00</p>
<p>Diundang buat semua orang yang berada di Bangkok untuk hadir di dalam acara ini di seluruh session dan Ibadah Raya.</p>
<p>.</p>
<p>Info dan pendaftaran : Bapak David Devlim dan Bapak Yohanes Christian Simanjuntak.</p>
<p>.</p>
<p><strong>GOD BLESS YOU</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3201</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ibadah G4C 4 September 2010</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3198</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3198#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 00:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Christian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3198</guid>
		<description><![CDATA[
Ibadah G4C 4 September 2010
TEMPAT     : OMNI TOWER SUKHUMVIT BALL ROOM 8th FLOOR  , SUKHUMVIT SOI 4
WAKTU      : 17.00 - SELESAI
PEMBAWA FIRMAN  : BAPAK SOEWANDI
PEMIMPIN PUJIAN   : IKA &#38; VEIRINE
PEMUSIK     : ANDI &#38; HARIS
&#8220;DIUNDANG BAGI SEMUA YANG BERJIWA MUDA HADIR DI IBADAH G4C bersama sama. yang akan dimulai dengan pelatihan Bahasa Thai jam 15.30-16.30 dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><a href="http://www.bethanybangkok.com/ver2/wp-content/uploads/2010/09/g4c1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3197 aligncenter" src="http://www.bethanybangkok.com/ver2/wp-content/uploads/2010/09/g4c1-300x114.jpg" alt="" width="300" height="114" /></a></p>
<p>Ibadah G4C 4 September 2010</p>
<p>TEMPAT     : OMNI TOWER SUKHUMVIT BALL ROOM 8th FLOOR  , SUKHUMVIT SOI 4</p>
<p>WAKTU      : 17.00 - SELESAI</p>
<p>PEMBAWA FIRMAN  : BAPAK SOEWANDI</p>
<p>PEMIMPIN PUJIAN   : IKA &amp; VEIRINE</p>
<p>PEMUSIK     : ANDI &amp; HARIS</p>
<p>&#8220;DIUNDANG BAGI SEMUA YANG BERJIWA MUDA HADIR DI IBADAH G4C bersama sama. yang akan dimulai dengan pelatihan Bahasa Thai jam 15.30-16.30 dan ditutup dengan makan malam bersama&#8221;</p>
<p>GOD BLESS YOU</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3198</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Menghasilkan Buah</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3196</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3196#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 02:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olga</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Weekly Newsletter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3196</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: GBI Gatot Subroto
Banyak orang berpendapat hidup itu seperti roda; kadang naik dan kadang turun, selalu berubah-ubah. Alkitab menjelaskan bahwa hidup manusia adalah sebuah perjalanan. Perjalanan ini telah dirancang oleh TUHAN jauh sebelum dunia diciptakanNya.
Tuhan pencipta dan sumber kehidupan ini mengharapkan untuk bertemu kembali dengan kita di ujung perjalanan kita untuk melihat apakah kita telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font size="2" face="Arial Rounded MT Bold">Oleh: GBI Gatot Subroto</font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Banyak orang berpendapat hidup itu seperti roda; kadang naik dan kadang turun, selalu berubah-ubah. Alkitab menjelaskan bahwa hidup manusia adalah sebuah perjalanan. Perjalanan ini telah dirancang oleh TUHAN jauh sebelum dunia diciptakanNya.</font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Tuhan pencipta dan sumber kehidupan ini mengharapkan untuk bertemu kembali dengan kita di ujung perjalanan kita untuk melihat apakah kita telah berjalan mengikuti jalur yang telah ditentukanNya. Allah memberikan wewenang bagi setiap orang untuk menjalani hidupnya dengan sebuah pilihan, dan pada akhirnya setiap orang harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan sumber kehidupan itu.</font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold"></font></p>
<p> <span id="more-3196"></span>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Itulah sebabnya setiap orang diperintahkan Tuhan agar dalam kehidupannya di bumi ini hidup menghasilkan buah-buah:</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">1. Buah Pekerjaan Baik. Kolose 1:10, “sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,”</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">2. Buah Kehidupan Kekal. Yohanes 4:36, “Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.”</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">3. Buah Kebenaran. 2 Korintus 9:10, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;”</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">4. Buah Pertobatan. Matius 3:8, “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.”</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">5. Buah Roh Kudus. Galatia 5:22–23 ”Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Menghasilkan buah adalah perintah Tuhan, dan dalam hal ini Allah menghendaki kita berhasil. Tuhan bukan saja menanamkan motivasi di dalam keberhasilan itu, tetapi Allah juga berperan aktif memberikan hasrat untuk memberikan nilai dalam mencapai rencana dalam tujuan Allah, sehingga tujuan itu akan mempengaruhi: apa yang kita lakukan, bagaimana cara melakukannya, dan untuk siapa kita melakukan pencapaian tujuan itu.</font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Tujuan itu akan memberikan alasan bagi kita melakukannya dengan semangat setiap hatinya agar menghasilkan buah. Jadi bagaimana kita dapat menghasilkan buah?</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">1. FOCUS. ”Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam, Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3).</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">FOCUS berarti melupakan apa yang dibelakang. Mengarahkan diri pada apa yang didepan; Berlari-lari kepada Tujuan Allah. (Filipi 3:13-14) Adalah pilihan atau keputusan kita untuk mau hidup berfokus kepada Tuhan atau berfokus kepada diri sendiri (atau masalah). Kesulitan tidak akan membuat orang yang berfokus pada Tuhan menjadi lemah dan hancur, justru memicu dan memperkuat pengharapan kepada Tuhan, sehingga kesulitan menjadi salah satu faktor dari pertumbuhan kerohanian.</font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Yosua memberikan suatu pernyataan terhadap umat pilihan Allah agar menentukan pilihannya: “pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah (Fokus) &#8230; tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah (Fokus) kepada TUHAN.” (Yosua 24:14-15). Kita perlu meluangkan waktu sejenak untuk berdoa memohon bimbingan Tuhan untuk hidup kita hari demi hari sehingga kita sejalan dengan rencanaNya.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">2. FIXED. “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, &#8230;” (Yohanes 15:5). Setiap orang yang mau Fokus kepada Tuhan pasti akan selalu menyelaraskan diri dengan janji Tuhan. Yosua 14:9: ”Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati (selaras dengan Tuhan).”</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Oleh sebab itu, pada waktu Kaleb punya kesempatan untuk minta pembagian; ia tetap menyelaras dengan janji yang telah diterimanya, tidak mau diubahkan. “Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”(Yosua 14:12)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Iblis selalu berusaha menyelewengkan Firman Tuhan sebagaimana strateginya ketika menipu manusia pertama di taman Eden; yaitu mengacaukan informasi yang tepat menjadi samar-samar. Panca Indra yang pertama jatuh kedalam dosa adalah telinga: ”Ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Tentulah Allah berfirman: semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Itulah sebabnya kalau komunikasi kita dengan Tuhan tidak lagi selaras, akan sangat mudah bagi musuh untuk menyelewengkan kebenaran Firman. Itulah sebabnya ketujuh jemaat di dalam kitab Wahyu diperingatkan untuk memiliki telinga yang sensitif akan suara Roh Kudus. </font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Jemaat Efesus: Wahyu 2:7 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Jemaat Smirna: Wahyu 2:11 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Jemaat Pergamus: Wahyu 2:17 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” </font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Jemaat Tiatira: Wahyu 2:29 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Jemaat Sardis: Wahyu 3:6 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Jemaat Filadelfia: Wahyu 3:13 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Jemaat Laodekia: Wahyu 3:22 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Kita tidak dapat menghambat atau menghindari beredarnya informasi kemana-mana. Kita hanya dapat menjaga agar kita tidak terkontaminasi, seperti ungkapan bapak Reformasi Martin Luther: “Kita tidak bisa melarang burung terbang di atas kepala kita, yang bisa kita lakukan adalah tidak membiarkannya membuat sarang di kepala kita.”</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">3. FAITHFUL. “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Matius 24:46) Sekarang ini adalah saatnya di mana gereja bergerak, bukan lagi waktunya untuk merasa nyaman dan tidur secara rohani, jangan menjadi anak Tuhan yang suam-suam. Ketahuilah bahwa Tuhan Yesus datang hanya untuk umatNya yang sibuk dan setia mengerjakan kehendakNya.</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Umat yang setialah yang menjadi pusat perhatian Tuhan. Hamba yang setia adalah orang yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya ketika tuannya datang. Jadi Tuhan datang bukan untuk orang yang malas, karena orang yang malas tidak akan menghasilkan buah. Orang yang benar itu terus produktif dalam Tuhan, pada masa tuapun mereka masih berbuah, menjadi gemuk (subur) dan segar untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar. (Mazmur 92:14-16)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini kita akan menghasilkan buah, bertumbuh menjadi kuat, dan berhasil dalam segala hal yang kita kerjakan. Akhirnya, marilah kita memandang kepada Tuhan dalam segala hal; menyelaraskan diri dengan rencanaNya dalam semua perencanaan kita dengan setia melakukan kehendakNya sesuai panggilan Allah dalam kehidupan kita masing-masing.[IS]</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Betapa pentingnya peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Dengan berbagai cara Tuhan ingin menyelamatkan manusia; yang dari sejak zaman Adam telah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. (1 Timotius 2:4, 2 Titus 1:2, 2 Petrus 3:9).</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Adam dan Hawa sebelum memetik dan memakan ‘buah pengetahuan’; hanya mengetahui hal-hal yang baik saja (Kejadian 3:22),tetapi setelah itu mereka mengenal yang baik maupun yang jahat. Dan sejak itu pula manusia jatuh dalam dosa, karena telah mengenal yang baik maupun yang jahat. Sebenarnya bersamaan dengan itu juga manusia sudah mengenal hukum yaitu hukum hati nurani.(Roma 2:14-15)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk menentukan jalan kehidupannya, karena hati nurani manusia mampu menentukan hidupnya untuk berbuat baik atau jahat. Sebenarnya harapan Allah bagi manusia adalah agar manusia melakukan hal yang baik saja, tetapi yang terjadi; manusia selalu menganggap dirinya benar, dan Tuhan menguji hati manusia. (Amsal 16:2 “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.”)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Dalam lingkup hukum hati nurani, di mana setiap manusia hanya menganggap dirinya benar menurut pikirannya; apapun perbuatannya tidak ada yang salah sehingga perbuatan salahpun dibenarkan oleh diri sendiri; padahal Tuhan yang menentukan baik maupun jahat suatu perbuatan, maka tidak mungkin manusia dapat diselamatkan karena melakukan hukum hati nurani.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Bagaimanapun, Tuhan ingin menyelamatkan manusia. Karena hukum hati nurani sifatnya tidak tertulis dan berdasarkan pikiran, maka Tuhan melalui Musa memberikan hukum yang tertulis yaitu hukum Taurat. Pada kenyataannya manusiapun tidak sanggup melakukan Hukum Taurat, karena justru dengan adanya Hukum Taurat orang mengenal dosa, sehingga tidak seorangpun dapat dibenarkan karena melakukan Hukum Taurat. (Roma 3:20)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Kecenderungan untuk hidup dalam kedagingan membuat manusia tidak mampu melakukan Hukum Taurat; seperti apa yang dikatakan Paulus: “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, …” (Roma 7:15)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Manusia yang terdiri dari roh, jiwa (pikiran, kehendak) dan tubuh (keinginan daging) mengalami konflik didalam dirinya yang kadang kita sadari maupun tidak kita sadari; dan mengakibatkan manusia tidak luput dari kesalahan. Bagaimana manusia mampu menentukan cara hidup benar sesuai yang dikehendaki Allah? Apakah Allah gagal?</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Sama sekali tidak, karena kelemahannya, manusia secara pikiran (hukum hati nurani) maupun secara tertulis (Hukum Taurat) tidak dapat dibenarkan; maka jalan keselamatan hanya ada satu yaitu melalui anakNYA yaitu Yesus. (Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Keselamatan yang kita terima dari YESUS adalah keselamatan kekal, tetapi sebagai manusia yang masih hidup dalam daging; kita tidak luput dari kesalahan dan dosa inilah kelemahan utama manusia. (I Yohanes 5:11-12)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Sebelum Yesus naik ke sorga, Dia berkata: “… DAN AJARLAH MEREKA MELAKUKAN SEGALA SESUATU YANG TELAH KU-PERINTAHKAN KEPADAMU. DAN KETAHUILAH, AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN.” (Matius 28:20)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Dengan apa Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir zaman? Dia mengirimkan Penolong untuk menyertai kita yaitu Roh Kudus, karena manusia masih hidup dalam daging, tidak terlepas dari perbuatan dosa. (Yohanes 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,”) Contoh: Mungkinkah kita tidak melakukan dosa dalam sehari (24 jam) bahkan kurang dari sehari saja kita tidak sanggup. Mungkin hari itu baik tetapi besoknya apakah tidak melakukan dosa, pasti berdosa lagi.</font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Jadi seharusnya bagaimana? Tidak ada jalan lain untuk mencari garis finish; yaitu Kedatangan Yesus dalam keadaan yang siap dan sempurna; baik roh, jiwa dan tubuh tidak bercacat, manusia membutuhkan Roh Kudus. Karena hanya Roh Kudus yang mampu memperingatkan jiwa (pikiran, kehendak) dan tubuh (perbuatan manusia) dari ketidakmampuan untuk melakukan kebenaran.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Arial Rounded MT Bold">Karena itu orang yang telah dibaptis Roh Kudus; selain mengalami tanda berbahasa Roh, juga harus memiliki buah Roh, yaitu: Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan dan Penguasaan Diri.(Galatia 5:22-23)</font></font></p>
<p align="justify"><font size="3" face="Arial Rounded MT Bold">Itulah sebabnya Gembala Sidang kita selalu - bahkan berulangkali menyarankan agar kita hidup dalam Roh. Inilah bentuk kasih Gembala kepada jemaatnya yang peka pada keadaan zaman, agar jemaat selalu siap kapanpun Yesus datang.[SP]</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3196</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Penting Ketaatan : Sept (week 1), 2010</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3195</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3195#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 01:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dsundah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Materi FA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3195</guid>
		<description><![CDATA[“Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: &#34;Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika ALLAH kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: &quot;Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika ALLAH kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.&quot; (<b>Daniel 3:16-18</b>)</p>
<p>&#160;</p>
<p>Bagi seorang tentara, ketaatan kepada perwira atasan adalah suatu harga mati. Struktur komando militer sepenuhnya bergantung apakah para bawahan dapat taat kepada pimpinan di atasnya. Dalam Alkitab-pun, ketaatan menjadi sesuatu yang amat penting. Ketaatan kepada TUHAN dan kepada pimpinan kita, baik dalam pekerjaan, pelayanan: adalah sesuatu yang sangat penting untuk kita jalankan.</p>
<p>Kata “ketaatan” dalam bahasa Yunani juga mengandung pengertian mendengar, menyimpan, merenungkan serta siap melaksanakan. Bagi kita orang percaya, ALLAH menuntut ketaatan kita dan pengakuan nyata bahwa kita percaya kepada-Nya.</p>
<p>Ketaatan kita kepada ALLAH akan memberi arah dan petunjuk untuk kehidupan kita, yang tentunya akan melindungi kita dari hal-hal yang membahayakan, karena ALLAH tidak pernah merancangkan hal-hal yang buruk bagi kita, melainkan rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh pengharapan (<b>Yeremia 29:11</b>). Ketaatan kepada ALLAH adalah juga pertanda bahwa kita mengasihi-Nya (baca: <b>Yohanes 15:14</b>).</p>
<p>Pertanyaan yang paling mendasar: mengapa kita harus taat?</p>
<p><b>1. Kita harus taat agar tidak tertipu muslihat iblis (2Korintus 11:14)</b></p>
<p>Iblispun menyamar sebagai malaikat terang. Jika kita tidak taat kepada ALLAH, maka kita akan sulit membedakan mana yang TUHAN atau “Hantu”. Ketaatan kepada TUHAN artinya memperhatikan dengan seksama (lihat kembali arti kata taat dalam bahasa Yunani diatas) apa yang TUHAN perintahkan kepada kita, dan tentu juga memperhatikan dengan seksama apa yang dikatakan ROH TUHAN kepada GerejaNya pada akhir zaman ini. Selama mata kita, keseluruhan hidup kita tertuju kepadaNya, maka kita akan terlindungi dari tipuan iblis.</p>
<p><b>2. Kita harus taat agar dapat mengalami pengalaman-pengalaman yang dashyat dengan TUHAN (Daniel 3:16-18)</b></p>
<p>Dalam nats yang kita baca diatas, kita mendapati bahwa Sandrakh, Mesakh dan Abednego tetap taat kepada TUHAN, walaupun mendapat ancaman hukuman mati oleh Raja Nebukadnezar apabila tidak mau menyembah patung yang ia dirikan (tips: baca seluruh Daniel 3). Mereka memilih tetap taat, apapun harga yang mungkin harus mereka bayar. Hasilnya? Mereka bertiga mengalami pengalaman yang luar biasa dahsyat bersama dengan TUHAN. Sekali lagi, pengalaman dahsyat ini terjadi karena mereka taat kepada TUHAN, yaitu tidak mau menyembah allah lain selain TUHAN; Allah Abraham, Ishak dan Yakub, yang sekarang kita sembah dalam nama YESUS KRISTUS.</p>
<p><b>3. Kita harus taat agar dapat memiliki kekuatan yang besar (Matius 7:24)</b></p>
<p>Perhatikan baik-baik ayat ini; dikatakan barangsiapa yang melakukan apa yang dikatakan oleh TUHAN, maka ia adalah orang yang bijaksana yang mendirikan rumah diatas batu. Itu artinya, ketaatan kita menghasilkan kekuatan yang besar yaitu kebijaksanaan (wisdom) dan kekuatan yang tak tergoyahkan. Ini berbeda dengan pandangan dunia. Dimata dunia, semakin kita taat, justru posisi kita dipandang semakin lemah, mis: budak, pembantu, dsb. Tetapi menurut standar ALLAH, justru ketika kita semakin taat kepadaNya, justru posisi kita semakin kuat dan hidup kita diberikan kekuatan yang luar biasa. Ini juga dilaksanakan oleh para pahlawan iman seperti Daud, Daniel, Abraham dan lainnya. Ingin memiliki kekuatan yang luar biasa? Taat!</p>
<p><b>4. Kita harus taat agar dapat melihat mukjizat-mukjizat (Mazmur 1:1-3)</b></p>
<p>Ingatkah bahwa kata taat juga artinya mendengar, menyimpan, merenungkan serta siap melaksanakan. Orang yang taat kepada apa yang TUHAN katakan melalui FirmanNya yang tertulis (Alkitab) dan pernyataan-pernyataan para hamba-hambaNya (perwahyuan/visi) maka hasilnya adalah ia akan melihat betapa banyak mukjizat terjadi dalam hidupnya, yaitu apa saja yang ia perbuat pastilah berhasil. Amin!</p>
<p><b>Peneguhan</b></p>
<p>Ketaatan yang sejati bersumber pada ketaatan kepada TUHAN dan tuntunan ROH-Nya. Kita sebagai orang percaya harus taat kepada ALLAH, melaksanakan setiap kehendakNya dengan sungguh-sungguh. Oleh ketaatan itu, kita memperoleh mukjizat, berkat dan penyertaanNya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3195</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Karakter Yang Amat Menentukan</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3194</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3194#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 03:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olga</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Weekly Newsletter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3194</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: GBI Gatot Subroto-Jakarta
Dunia modern baru saja mengalami kebenaran dari apa yang selalu dipercayai oleh orang-orang Yahudi dan Kristen sejak jaman dahulu, yaitu: kepribadian manusia tidak dapat dipisah-pisahkan/ dikompar-tementalisasi seperti layaknya lemari atau file kabinet. Terlalu sering dunia sekuler mengajarkan bahwa bagaimana kinerja seseorang di dalam kehidupan publiknya tidak memiliki korelasi langsung dengan kehidupan pribadinya.
Bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="2">Oleh: GBI Gatot Subroto-Jakarta</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Dunia modern baru saja mengalami kebenaran dari apa yang selalu dipercayai oleh orang-orang Yahudi dan Kristen sejak jaman dahulu, yaitu: kepribadian manusia tidak dapat dipisah-pisahkan/ dikompar-tementalisasi seperti layaknya lemari atau file kabinet. Terlalu sering dunia sekuler mengajarkan bahwa bagaimana kinerja seseorang di dalam kehidupan publiknya tidak memiliki korelasi langsung dengan kehidupan pribadinya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Bahwa seseorang dapat saja menjadi berhasil dalam kehidupan publik, tetapi gagal total di dalam kehidupan pribadinya; yang dimaksud di sini adalah kehidupan keluarga dan/atau moralitas dan integritas pribadi; asal saja dia bisa bersikap “profesional” dan bisa mengambil keputusan yang tepat tanpa mencampur adukkan keduanya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3"></font></p>
<p> <span id="more-3194"></span>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Nyatanya, setelah skandal demi skandal mengguncang dunia ini, bukan hanya Amerika Serikat, tetapi juga banyak negara lainnya, dan mencakup banyak pemimpin dan pelaku penting di pelbagai bidang:</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Ê Kasus Ponzi Scheme (arisan berantai) yang dilakukan oleh Bernard Madoff yang menipu ribuan investor besar dan kecil sehingga mencapai 60 milyar dollar, yang disebut sebagai kasus penipuan keuangan terbesar sepanjang sejarah dunia,</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Ê Kasus perselingkuhan Tiger Woods dengan beberapa wanita dengan reputasi yang kurang pantas, dianggap sangat menodai citra olah raga golf profesional yang selama ini dikenal sebagai olah raga yang memiliki nilai nilai yang “family friendly”,</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Ê Sampai kasus senator Rod Blagoyevich dari Chicago yang berbohong di bawah sumpah dan rekaman pembicaraan pribadinya dibocorkan kedepan masyarakat umum, sehingga membuat kasus ini mendapat gelar “Watergate of this decade”,</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">semuanya menunjukkan bahwa teori di atas hanyalah sebuah mitos atau teori belaka. Dan adalah sangat susah, apabila bukan mustahil, untuk memisahkan karakter seseorang dari keputusan keputusan yang akan dibuatnya dalam kehidupan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Bahwa memang ada perbedaan antara kehidupan publik dan kehidupan pribadi adalah sesuatu yang wajar, namun kedua dunia ini tidaklah dipisahkan oleh sebuah tembok yang kedap air. Lambat laun, kegagalan karakter di dalam kehidupan pribadi akan meresap dan berdampak kepada keputusan-keputusan yang diambil seseorang di dalam kehidupan publiknya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Gereja atau dunia pelayanan sudah jauh lebih dahulu melihat hal ini. Didalam dasar untuk mempertimbangkan kelayakan seseorang untuk terjun di dalam pelayanan, atau bahkan hanya untuk bekerja di dalam sebuah organisasi yang bergerak di bidang pelayanan rohani (istilah Alkitabiahnya; pelayanan meja), maka karakter menjadi kriteria no. 1 untuk dipertimbangkan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Itu pun kadang-kadang tidak dapat mencegah terjadinya penyusupan oleh orang-orang yang cacat karakter, yang perbuatannya mencemari Organisasi atau Institusi yang mereka layani. Dunia usaha lambat laun juga mulai mengakui kembali kebenaran ini, sebagai dasar pertimbangan mereka di dalam menentukan hiring policy mereka.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Sebenarnya, dunia sekuler yang selama ini berusaha mengusir Tuhan dari arena publik, secara tidak langsung mengakui perlunya karakter. Mereka mengakui kekuatan yang dimiliki oleh pemimpin pemimpin yang “kuat”, yang berhasil menaklukkan berbagai macam halangan seperti Jenderal Douglass Mc Arthur, Jenderal George S. Patton, dan para pemimpin militer berhasil lainnya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Hal ini juga berlaku dalam bidang-bidang lainnya - seperti ilmu pengetahuan. Dunia mengagumi para penemu yang bukan hanya jenius di dalam mendapatkan suatu terobosan sains, tetapi juga ketekunan mereka di dalam mengerjakan ide-ide mereka, sampai menjadi suatu purwarupa yang fungsional.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Disinilah kesalahan dunia sekuler. Tanpa Allah di dalam pemikiran mereka, mereka hanya dapat melihat dan mengidentifikasikan Kekuatan Karakter, tetapi tidak dapat melihat dan menilai Kemurnian Karakter. Dunia sekuler yang tanpa Allah sangat terobsesi dengan Kuasa (power) dan Sukses, sehingga mereka hanya menganggap karakter sebagai komponen pendukung untuk mencapai kesuksesan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Disinilah terletak perbedaan di antara orang Kristen dengan dunia sekuler. Orang Kristen menganggap pembentukan karakter sebagai suatu tujuan mulia yang berdiri sendiri dan bernilai kekal, bukan hanya sebagai komponen pendukung untuk meraih kesuksesan. Disinilah perbedaannya.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Trebuchet MS"><b>1. Kekuatan Karakter </b>akan membantu kita meraih kesuksesan, tetapi <b>Kemurnian Karakter</b> akan membuat kita tetap berada di dalam posisi kesuksesan.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Jika pencapaian kesuksesan menjadi ukuran yang pertama dan satu-satunya di dalam menilai karakter seseorang, maka kita harus memberikan penilaian yang tinggi kepada orang-orang seperti Michael Jackson dan Mike Tyson yang telah membayar harga yang diperlukan untuk bangkit dari tragedi keluarga mereka dan dengan disiplin yang tinggi, berhasil meraih kesuksesan di bidang mereka masing masing.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Tetapi di sinilah letak ironisnya kebenaran di atas. Kekuatan karakter hanya bisa membawa kita ke pintu gerbang kesuksesan, tetapi untuk tetap berada di sana, kita perlu sesuatu yang lebih. Kita perlu kemurnian karakter.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Trebuchet MS"><b>2. Kekuatan Karakter</b> akan membawa berkat bagi diri kita sendiri dan “kelompok” kita saja, sedangkan <b>Kemurnian Karakter</b> akan membuat kita menjadi berkat bagi semua orang. Siapakah yang ingin kita bahagiakan di dalam kesuksesan kita?</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Jika kita hanya berfokus kepada diri kita sendiri dan kelompok terdekat kita, maka kita adalah orang-orang yang segolongan dengan Genghiz Khan, Hitler, Mussolini, dan semua gembong mafia yang ada di dunia ini, yaitu kategori orang yang memiliki karakter, dan di dalam definisi yang sempit ini, mereka semua adalah orang-orang yang memiliki kekuatan karakter. Ada orang yang pernah berkata tentang Adolf Hitler, bahwa kesalahan yang diperbuat olehnya hanyalah satu saja, yaitu ia masih tetap hidup melewati tahun 1939.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Jika Hitler meninggal tahun 1939, maka ia masih akan dikenang dunia sebagai orang yang berhasil mengembalikan harkat dan derajat bangsa Jerman setelah terpuruk di dalam kekalahan dalam Perang Dunia I. Kebijakan-kebijakan Hitler mendorong Jerman maju kembali bahkan melewati bangsa-bangsa sekutu dalam pelbagai hal, tetapi selanjutnya ia membawa kesengsaraan yang tidak terperi bagi jutaan penduduk Eropa lainnya.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Trebuchet MS"><b>3. Kekuatan Karakter</b> akan membuat kita bisa menikmati barang-barang tanda kesuksesan kita, tetapi <b>Kemurnian Karakter</b> akan membawa kita menikmati persekutuan yang intim dengan Tuhan dan rasa penerimaan diri yang sesungguhnya. Jika benda-benda duniawi dapat memuaskan dahaga jiwa kita yang paling dalam, seharusnya kita tidak akan pernah mendengar kasus bunuh diri dari banyak selebritis di dunia ini. Dunia entertainmen sangat jelas mengilustrasikan ironisnya prinsip ini.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Sementara jutaan manusia di luar mengidolakan mereka, mereka tidak dapat hidup dengan diri mereka sendiri. Setiap kali mereka bangun dan melihat ke cermin, mereka tidak merasa puas akan diri mereka dan merasa bahwa ada kekosongan besar dan merasa bahwa mereka tidak hidup sebagaimana seharusnya mereka hidup.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Trebuchet MS"><b>Mazmur 25:14 </b>berkata <b>“TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan rahasia perjanjian-Nya diberitahukan kepada mereka.”</b> Ketika kita berjalan dalam takut akan Tuhan, kita akan mengembangkan kemurnian karakter. Dan sebagai balasannya, Tuhan berjanji bahwa Ia akan bergaul karib dengan kita.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Sebagai sahabat karib kita, salah satu hal yang Ia berikan kepada kita adalah pertemanan <b>(companion-ship).</b> Ia berjanji akan menyertai kita di manapun kita berada, dan penerimaan <b>(approval). </b>Tuhan akan berkata bahwa bukan hanya Ia<b> mengasihi</b> kita, tetapi juga Ia <b>menyukai</b> kita.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Banyak dari para selebritis terlibat di dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang sebenarnya memiliki tujuan yang mulia, dan untuk ini kita patut mengacungkan jempol kepada mereka. Tetapi jika kita meneliti lebih jauh, alasan utama kenapa mereka melakukan hal-hal tersebut adalah kebutuhan yang amat mendalam untuk memiliki suatu rasa dihargai dan diapresiasi dan merasakan bahwa kehidupan mereka benar-benar telah menjadi kehidupan yang berguna. Hanya penerimaan (approval) dari Allah sebagai sahabat terbaik kita, akan mampu memenuhi kekosongan jiwa kita.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Trebuchet MS"><b>Dr. John C. Maxwell, </b>seorang pakar kepemimpinan Kristiani mengusulkan keempat hal di bawah ini sebagai komponen karakter Illahi di dalam diri setiap orang Kristen, yang di dalamnya mencakup unsur <b>Kekuatan dan Kemurnian Karakter.</b></font></font></p>
<p align="justify"><b><font face="Trebuchet MS" size="3">A. Identitas yang Illahi</font></b></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Trebuchet MS"><b>Amsal 23:7 </b>berkata<b> ”as a man thinks, so he is&#8230;” </b>(Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia). Kita harus mulai belajar melihat dan menilai diri kita sebagaimana Pencipta kita melihat kita. Inilah hal yang sering dilihat dan ditangkap oleh dunia sekuler, terutama di dalam keberhasilan di dunia olah raga. Sebelum seseorang menjadi juara, terlebih dahulu ia harus bisa melihat dirinya sendiri sebagai juara.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Disinilah peranan penting seorang pelatih (coach). Pelatih seringkali lebih dapat melihat potensi yang ada di dalam diri seorang atlet lebih daripada atlet itu sendiri. Kita harus mengijinkan Roh Kudus menulis identitas baru di dalam diri kita. Kadang-kadang Ia harus mengganti nama kita dan memberikan nama baru kepada kita, seperti yang dilakukanNya kepada Yakub, dari seorang penipu menjadi seorang juara bersama dengan Allah.</font></p>
<p align="justify"><b><font face="Trebuchet MS" size="3">B. Tempramen yang Dikuasai Oleh Roh Kudus</font></b></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Kita diciptakan oleh Tuhan dengan kepribadian yang berbeda-beda, masing-masing dengan kekuatan dan kelemahan di dalam pola kepribadian tersebut. Hal itu adalah sesuatu yang wajar, tetapi ada kalanya kita mengijinkan perangai dan suasana hati kita begitu mendikte kita, sehingga kita akhirnya kita melakukan tindakan dan mengeluarkan perkataan yang akhirnya kita sesali.</font></p>
<p align="justify"><font size="3"><font face="Trebuchet MS">Ada pepatah yang berkata bahwa: suasana hati akan melahirkan tindakan, tindakan akan melahirkan kebiasaan, kebiasaan akan melahirkan karakter dan karakter akan menentukan nasib (destiny) seseorang. Kita harus mengijinkan Roh Kudus untuk selalu menjadi Roh Penghibur yang menenangkan dan meneduhkan hati kita senantiasa, sehingga kita tidak hanya bereaksi terhadap stimulan yang ada di sekitar kita. <b>Yesaya 26:3 </b>berkata <b>“Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.”</b></font></font></p>
<p align="justify"><b><font face="Trebuchet MS" size="3">C. Nilai-nilai yang Alkitabiah</font></b></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Masyarakat modern sudah tidak memiliki definisi yang jelas mengenai nilai-nilai. Sebetulnya sederhana saja, nilai adalah suatu sistem untuk menentukan; mana yang kita hargai lebih dari pada yang lain. Manakah yang lebih berharga; benda-benda material atau hubungan-hubungan yang kita miliki? Manakah yang lebih berharga; melakukan apa yang benar atau menyelamatkan citra diri kita?</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Jawaban-jawaban kita akan menunjukkan sistem nilai yang kita anut. Orang akan bertanya-tanya jika kita menaruh label harga yang salah kepada benda-benda materi. Mengapa sesuatu yang bermutu rendah diberi harga mahal hanya karena suatu merek tertentu, maka masyarakat akan memberikan penilaiannya: barang itu memiliki harga (price) tetapi harga itu tidak memiliki nilai (value).</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Demikian juga dengan kita. Jika kita terus membuat penilaian-penilaian yang salah, menaruh prioritas yang salah di dalam mengambil keputusan (seperti Esau, yang menilai hak kesulungannya begitu rendah, sehingga rela menjualnya demi semangkuk kacang merah), maka masyarakat akan bertanya kepada kita, nilai-nilai apakah yang kita pancarkan selama ini?</font></p>
<p align="justify"><b><font face="Trebuchet MS" size="3">D. Disiplin Diri yang Teguh</font></b></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Prinsip inilah yang menjadi pengunci ketiga hal di atas. Kita harus mempraktekkan ketiga hal tersebut setiap kali di dalam setiap keadaan, bukan hanya dalam keadaan yang mengenakkan kita saja, tetapi dalam segala keadaan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS" size="3">Disiplin juga dibutuhkan ketika kita melakukan semua hal-hal yang bersifat detail dan rutin, sehingga kita tidak terjerumus kepada kebosanan dan kelalaian. Disiplinlah yang pada akhirnya memasukkan ketiga hal tersebut kedalam jati diri kita, sehingga bukan hanya menjadi sesuatu yang eksternal, tetapi menjadi bagian integral dari kepribadian kita. [AL]</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3194</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Shalom Semua Yang Percaya Kepada Tuhan Yesus!</title>
		<link>http://www.bethanybangkok.com/?p=3193</link>
		<comments>http://www.bethanybangkok.com/?p=3193#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 12:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olga</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pastor Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bethanybangkok.com/?p=3193</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan baik dan setia kepada setiap kita. JanjiNYA tetap berlaku pasti kepada setiap kita yang hidup benar, berkenan dan sungguh-sungguh berharap kepada DIA..
Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang pertama, Lukas 1:16-17 mencatat bahwa Tuhan membangkitkan kembali pelayanan Elia, sesuai nubuatan kitab Maleakhi. Pelayanan ini berfokus kepada pemulihan umat Tuhan untuk kembali ke standar kebenaranNYA.
Elia semasa aktif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="MS Sans Serif" size="3">Tuhan baik dan setia kepada setiap kita. JanjiNYA tetap berlaku pasti kepada setiap kita yang hidup benar, berkenan dan sungguh-sungguh berharap kepada DIA..</font></p>
<p align="justify"><font face="MS Sans Serif" size="3">Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang pertama, Lukas 1:16-17 mencatat bahwa Tuhan membangkitkan kembali pelayanan Elia, sesuai nubuatan kitab Maleakhi. Pelayanan ini berfokus kepada pemulihan umat Tuhan untuk kembali ke standar kebenaranNYA.</font></p>
<p align="justify"><font face="MS Sans Serif" size="3">Elia semasa aktif pelayanannya terkenal sebagai “nabi api”, sebab ada beberapa kali manifestasi kuasa kehadiran Tuhan dalam pelayanannya dinyatakan dengan bentuk api. Api ini berfungsi untuk membakar, menghanguskan. Api yang sama yang dicatat di kitab Maleakhi adalah api yang memurnikan..</font></p>
<p align="justify"><font face="MS Sans Serif" size="3">Menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali, Tuhan akan bangkitkan kembali “pelayanan pemulihan api” ini. Bagi umat Tuhan yang percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus, api ini membawa pemulihan, pemurnian, keuntungan dan mempersiapkan umatNYA untuk menyambut kedatanganNYA. Namun bagi yang tidak percaya, api Tuhan ini akan menghanguskan, membakar dan mendatangkan kerugian semata-mata..</font></p>
<p align="justify"><font face="MS Sans Serif" size="3">Persiapkan dirimu sungguh-sungguh hari ini, sebab API-NYA sedang dicurahkan atas muka bumi ini. Mari siap-siap untuk kedatanganNYA..Tuhan memberkati!</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bethanybangkok.com/?feed=rss2&amp;p=3193</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
