Menembus Pembatas - Pembatas Keberhasilan
Pengarang: Ev. Asen Suhendra
Lahir Baru Asyik Sih, Tapi… adalah judul dari pembukaan buku ini, didalam bab pertama ini penulis menerangkan apa yang dimaksud dengan lahir baru dan tujuan dari lahir baru itu sendiri. Yohanes 3:7 menuliskan sebagai berikut : “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus di lahirkan kembali.”
Ketika seseorang percaya kepada Tuhan dan datang kepadaNya, Alkitab mengatakan ia dilahirkan kembali lewat darah (karya penebusan Kristus) dan air (symbol baptisan). Dan dengan mudah beberapa orang percaya kemudian menyimpulkan kelahiran baru sebagai hanya sebatas tindakan baptisan air. Bahwa setelah seseorang dibaptisan maka ia telah otomatis lahir baru.
Beberapa kalangan menyimpulkan baptisan Roh Kudus sebagai tanda kelahiran baru. Itu bisa dibaca di lowongan-lowongan kerja di majalah-majalah Kristen. Atau di brosur sekolah-sekolah teologi yang mensyaratkan “lahir baru”. Padahal kelahiran baru tidaklah sesederhana itu, ada jalan panjang menuju kelahiran baru yang sejati.
Yohanes 3:8
“Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
Dengan gambling Tuhan Yesus member definisi kelahiran baru sebagai:
1. Hidup bukan dengan rencana dan tujuan pribadi.
2. Melangkah dalam kehendak dan pimpinan Roh Kudus.
Berarti kelahiran baru adalah ujung akhir dari pada kematian manusia lama ditandai dengan perubahan radikal sistim tata nilai/value system kehidupan pribadi seseorang. Arahan tujuan dan kekuatannya adalah dari dorongan dan pimpinan Roh Kudus.
Filipi 3:7-8
“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus,Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”
Kita akan lihat satu persatu:
-
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku.
-
Sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
(Kedua pembahasan diatas lebih lagi dijelaskan di bab pertama ini).
Pertobatan untuk menghargai firman Tuhan dan hidup menuruti kehendakNya lebih mudah setelah seseorang membayar harga kesalahan atau mengalami disiplin Tuhan. Paulus berubah bukan karena mengalami kerugian akibat dosa atau kesalahannya tetapi ia menganggap semua rugi setelah lebih mengenal Tuhan. Paulus menghargakan Tuhan lebih dari segalanya bahkan dari hidup dan nyawanya sendiri.
Perubahan pertobatan seseorang bisa dikelompokan menjadi tiga kategori yaitu:
-
Penyesalan
-
Kapok
-
Pertobatan
(ketiga kategori ini lebih detil dijelaskan lagi di buku ini).
Silahkan membaca buku ini dan alami terobosan demi terobosan dalam melayani Tuhan kita, Yesus Kristus. Tuhan memberkati.
5 artikel terakhir oleh chrisye
- Murid Tuhan Yesus yang ke 13 - August 23rd, 2010
- Kuperhatikan dan Kuberharap - August 15th, 2010
- Rediscovering The Kingdom - August 15th, 2010
- Pelayanan Apostolik - August 15th, 2010
- Mengapa Mereka Sukses & Beberapa di antaranya Gagal - August 15th, 2010
Posted in Book |
Posted by chrisye on May 17, 2010 – 1:53 pm -


BIC Bangkok Facebook
BIC Bangkok Twitter