Kedatangan Tuhan Sudah Dekat

July 24, 2010 - Author: admin - 1 Comment

Oleh: Divisi Profetik GBI Gatot Subroto-Jakarta

“Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: ‘Mempelai datang! Songsonglah dia!’” (Matius 25:6) Belakangan ini kita sering mendengar berita atau kesaksian yang berbicara tentang kedatangan Yesus sudah sangat dekat. Ada kesaksian yang sebenarnya telah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, seperti bayi di Itagua (Brasil) yang lahir dengan telapak tangan bertuliskan ‘Yesus akan datang kembali’, atau Ricardo Sid dari Chileyang selama 8 jam dibawa Tuhan ke surga. Namun mengapa di pertengahan tahun 2010 kesaksian-kesaksian seperti ini dimunculkan kembali dan mendapat perhatian yang lebih serius dibandingkan waktu-waktu sebelumnya? Ayat di atas dapat memberikan petunjuk kepada kita. Jawabannya ialah ‘Waktu Sudah Tengah Malam!’

Pada Tengah Malam akan terdengar suara yang berseru dengan keras ‘Mempelai Datang!’ Ketika Ricardo Sid dibawa Tuhan ke surga, di sana ia melihat bahwa waktu sudah tengah malam. Sebenarnya waktunya sudah habis. Tetapi Bapa di surga masih memberi sedikit kesempatan lagi kepada kita, untuk mempersiapkan diri bagi kedatangan Yesus. Bapa masih memberi kesempatan kepada orang-orang yang belum siap untuk bangkit dan kembali kepada kasih mula-mula. Waktu yang singkat ini disebut sebagai ‘Waktu Kemurahan Bapa.’’ Karena waktu sudah demikian singkatnya, maka saya percaya bahwa Tuhan akan memberikan penekanan yang sangat kuat berkaitan dengan pesan tentang kedatangan-Nya. Bagaimanakah caranya kita mempersiapkan diri?

Berjaga-jagalah Senantiasa Sambil Berdoa

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Lukas 21:34-36).

Bagi sebagian orang kedatangan Tuhan akan merupakan suatu jerat. Hati mereka sarat dengan hawa nafsu dan kepentingan dunia ini, sehingga akhirnya mereka tidak tahan berdiri di hadapan Tuhan pada saat kedatangan-Nya. Hati mereka tidak penuh dengan Firman dan Roh, sehingga ada hal-hal lain yang memenuhinya. Mempersiapkan diri bagi kedatangan Tuhan berarti mempersiapkan hati kita. Hati merupakan pusat penyembahan kita. Jika hati kita menyembah Tuhan maka hidup kita akan senantiasa penuh dengan hadirat Tuhan.

Tetapi kalau hati kita penuh dengan pesta pora dan kemabukan dan kepentingan dunia berarti bukan Tuhan yang kita sembah. Kalau bukan Tuhan yang kita sembah, berarti bukan Tuhan juga yang kita kasihi tetapi hal-hal lain. Itulah sebabnya Tuhan terus mengurapi kita dengan pengurapan kasih agar kita bisa intim dengan Dia. Kita harus terus berjaga-jaga sambil berdoa, supaya hati kita siap pada saat kedatangan-Nya.

Perapian yang Menyala-nyala

“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput vering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Korintus 3:12-15).

Hari Tuhan dalam bagian ini digambarkan sebagai perapian yang menyala-nyala. Kalau tadi dijelaskan bahwa kita harus mempersiapkan hati, kali ini kita harus mempersiapkan pekerjaan kita. Api bersifat menyeleksi. Ia akan menyeleksi bahan apa yang dapat terbakar dan bahan apa yang tidak dapat terbakar oleh api. Oleh karena itu ada dua hal yang dapat terjadi. Pertama ada orang-orang yang akan mendapat upah (ay. 14). Kedua ada orang-orang yang akan menderita kerugian (ay. 15). Berbahagialah orang yang pada saat kedatangan Tuhan didapati pekerjaan-Nya tahan uji. Orang itu akan menerima upah.

Bagaimanakah kita tahu bahwa pekerjaan kita tahan uji? Rasul Paulus dalam ayat 11 menjelaskan bahwa kita harus meletakkan dasar yang benar yaitu Yesus Kristus. Tidak ada dasar yang lain. Kita harus bertanya kepada diri sendiri apakah kita sedang menjalankan dan menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan kepada kita masing-masing, ataukah kita sedang menjalankan urusan kita sendiri? Sudahkah kita mentaati Tuhan? Hari-hari ini ketaatan begitu penting. Berikut dalam ayat 10 Rasul Paulus menjelaskan bahwa kita harus membangun dengan cara yang benar, yaitu mengikuti prinsip-prinsip Kerajaan Allah.

Bagaimanakah kita membangun dunia kerja atau dunia pelayanan kita? Apakah kita menghalalkan segala cara dan berpikir Tuhan pasti maklum? Di sini dikatakan bahwa pekerjaan sebagian orang seperti kayu, rumput kering dan jerami. Mudah terbakar oleh api. Ini berarti bahwa Tuhan sedang menguji pekerjaan kita. Dasar yang kita letakkan dan cara kita membangun. Marilah kita seperti Daud menjadi orang-orang yang berkenan kepada Tuhan karena melakukan kehendak Tuhan pada zamannya (Kisah Para Rasul 3:36).

Api Menguji Penyembahan Kita

“siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!” (Daniel 3:6) Api juga akan menguji penyembahan kita. Pada zaman Sadrakh, Mesakh dan Abednego di kerajaan Babel kuno, raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang berukuran besar. Kemudian perintah diberikan kepada semua orang yang berada di dalam kerajaannya untuk menyembah patung itu ketika musik dibunyikan. Menarik bukan?

Rupa-rupanya ada musik yang membuat orang menyembah Tuhan, dan ada musik yang membuat orang menyembah berhala atau bahkan menyembah iblis. Apakah musik yang sedang kita dengar hari-hari ini semakin mendekatkan kita kepada Tuhan, atau justru menjauhkan kita dari Tuhan? Meskipun ancamannya adalah hukuman mati, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap memilih untuk menyembah Tuhan. Hari Tuhan akan menyatakan objek penyembahan kita dan juga kualitas penyembahan kita. Marilah kita menjadi penyembah-penyembah yang berkenan kepada Bapa, yang menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran (Yohanes 4:24).

Api Menguji Iman Percaya Kita

“Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.”(Daniel 3:16) Bagi Sadrakh, Mesakh dan Abednego berkaitan dengan kesanggupan dan kerelaan Tuhan sudah tidak ada tawar menawar lagi. Hati mereka percaya. Menjelang kedatangan Tuhan kita juga harus memiliki iman yang seperti ini. Tidak ada tawar menawar lagi. Kalau kita masih suka diombang-ambingkan oleh situasi, maka kita tidak akan tahan menghadapi situasi di hari-hari terakhir.

Hati kita juga harus percaya! Yesus sanggup dan mau memberkati kita; Yesus sanggup dan mau menyembuhkan kita; Yesus sanggup dan mau memulihkan kita; Yesus sanggup dan mau melepaskan kita; Yesus sanggup dan mau mengurapi kita! Mengenai hal-hal ini sudah tidak ada tawar menawar lagi. Sudah bukan zamannya.

Api Menguji Motivasi Kita

Meskipun Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak sedikitpun meragukan kesanggupan Tuhan untuk melepaskan mereka, tetapi bukan karena hal itu mereka mau ikut Tuhan. Perhatikan baik-baik jawaban mereka.

“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Daniel 3:17-18).

Ayat ini memperlihatkan motivasi mereka dalam mengikut dan melayani Tuhan. Mereka tidak mengikut Tuhan hanya untuk mendapat berkat, tetapi mereka mengikut Tuhan karena mereka mengasihi Tuhan dengan seluruh hidup mereka. Bahkan mereka rela kehilangan nyawa mereka untuk Tuhan. Jika kita hari-hari ini mau ikut Tuhan hanya kalau diberkati, kita akan menghadapi masalah yang besar. Bisa-bisa iman kita goyah dan kita dapat kecewa atau bahkan sampai meninggalkan Tuhan.

Mengapa? Karena goncangan sedang terjadi dengan begitu hebatnya, seperti perapian yang dipanaskan sampai tujuh kali lipat. Ketika ketiga pemuda ini dengan sepenuh hati mengasihi Tuhan, api itu tidak dapat menghanguskan mereka; bahkan bau asap pun tidak melekat pada tubuh dan jubah mereka. Di tengah perapian yang menyala-nyala kemuliaan Tuhan dinyatakan. Inilah yang kita perlukan sebelum Yesus datang kembali. Dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan!

Membuka Mata Raja-Raja dan Bangsa-Bangsa

Saya pernah bertanya-tanya, mengapa Tuhan tidak muncul lebih awal dalam situasi ketiga pemuda Ibrani ini? Mengapa harus menunggu sampai mereka jatuh di dasar tungku api? Mengapa tidak muncul sebelum itu; ketika mereka sedang dibawa ke hadapan raja atau ketika algojo-algojo sedang mengangkat tubuh mereka ke puncak tungku api? Ternyata Tuhan memberikan jawabannya kepada saya melalui ayat berikut ini.

Katanya: “Tetapi ada empat orang KULIHAT berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!” (Daniel 3:25). Tuhan sengaja tidak segera turun tangan, untuk melepaskan mereka sampai mereka mendarat di dasar tungku api, karena tujuan Tuhan bukanlah untuk sekedar melepaskan mereka dari api, tetapi untuk membuka mata raja-raja dan bangsa-bangsa untuk melihat Dia. Biasanya kita hanya mempedulikan diri kita sendiri. Kalau kita sudah diberkati ya sudah. Sampai di situ saja.

Tetapi Tuhan punya rencana yang lebih dahsyat untuk kita semua. Ia ingin menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidup kita, supaya orang lain dapat mengenal Dia. Hari-hari ini janganlah kita hanya mencari kepentingan kita sendiri, tetapi marilah kita mencari terlebih dulu ‘Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu’ (Matius 6:33).

Apakah yang akan terjadi jika kita membiarkan hidup kita untuk dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan?

1. Bangsa-bangsa akan meninggikan Tuhan. Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! …” (Daniel 3:28)

2. Orang-orang benar akan mewarisi bangsa-bangsa. Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayahBabel.” (Daniel 3:30)

Inilah yang biasa kita sebut dengan TRANSFORMASI, dan ini akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali. Gereja akan dibangkitkan dan dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan dan akan dipersiapkan sebagai mempelai-Nya. Kemudian kita akan memerintah sebagai raja di bumi (Wahyu 5:10). Marilah kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya yang sudah sangat dekat! [JL]

 

5 artikel terakhir oleh admin

Categories: News & Lastest Updates

  • ahun liem

    BAGAIMANA PENTINGNYA KEPATUHAN ?nnBagaimana telitikah Allah?nHaruskah kita menuruti hukum-hukumNya dengan sungguh-sungguh? Ingat bahwa seorangntidak dapat memelihara roh hukum Allah, sementara melanggar hukum itu. Banyaknyang merasa bahwa pemeliharaan hukum hari Sabat tidak penting dan Allah tidaknakan menuntut kegagalan seseorang untuk memelihara hari ketujuh itu apabilansangat sukar dilaksanakan.nn n nn1. Hari apa nyang disuruhnAllah untuk kita sucikan?nn”Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabatn…….. hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan Allahmu.” Keluaran 20:8, 10.n nn n n n nn nn2. Apakah Raja Saul menuruti Allahnketika disuruh memukul bangsa Amalekh?nnBaca I Samuel 15:1-9. Inilah jawabnSaul: “Aku telah melaksanakan firman Tuhan.” I Samuel 15:13.nn nnCatatan: Samuel tidak percaya Saul mengatakannkebenaran karena ia bertanya, “Kalau begitu apakah bunyi kambing domba,nyang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu ?” 1nSamuel 15:14. Baca alasan Saul dalam ayat 15. Dia membuktikan bahwa dalam rohndia telah menurut walaupun dia telah melanggar sedikit perintah itu. Tetapi dianpertahankan bahwa hal itu dilakukan adalah dengan maksud yang baik. Kita akannmenggunakan domba-domba dan lembu-lembu ini untuk korban kepada Allah. Apakahnperbuatan itu dimaklumi Allah? “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari padan lemak domba-domba jantan.” I Samuel 15:22. Yang baik bagi Allahnadalah menaati perintahNya bukan memberikan apa yang kita pandang baik.nn nn3. Apa akibat pelanggaran Saulndalam hidupnya?nn”Tetapi jawab Samuel: “nSebah pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah samanseperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman Tuhan,nmaka la telah menolak engkau sebagai raja.” I Samuel 15:23.nn nn4. Apa pernyataan Saul atasnpelanggarannya itu?nn”Berkatalah Saul kepadanSamuel: `Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah Tuhan dan perkataanmu;ntetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaannmereka.”‘ I Samuel 15:24. Saul akhirnya mengakui bahwa apa yangndiperbuatnya melanggar perintah Tuhan, dia mengikuti permintaan orang banyakn(mayoritas).nnCatalan: Adalah keputusan di tangan kita untuk mengikutinperintah Allah atau mayoritas.nn nn5. Apakah Kain tidaknmempersembahkan hasil-hasil yang terbaik dari tanahnya? (Kejadian 4:3-5)nn”Lalu hati Kain menjadi sangatnpanas dan mukanya muram”. Kejadian 3:5 Seandainya Kainnmempersembahkan yang kurang baik, ia akan memaklumi mengapa persembahannya tidaknditerima dan tidak menjadi sangat kecewa. Kain telah mempersembahkan apa yangndia pandang baik.nn nn6. Apakah sebabnya Allahnmengindahkan persembahan Habel dan tidak mengindahkan persembahan Habel?nnKain mempersembahkan sebagian hasilntanahnya, Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya, yakninlemak-lemaknya.nn nnCatatann : Darah binatang yang tersembelihnmelambangkan darah Kristus yang tercurah untuk menebus kita.”Darah itu nmenjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku nmelihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan nada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah nMesir.”nKeluaran 12:13 “Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati nrumah-rumah orang Israel dinMesir ..” Keluaran 12:27 (Bacalah Kejadian 12:1-28) nnMeskipun Kain mempersembahkan hasilntanah yang baik, ini tidak berkenan di mata Tuhan karena itu bukanlahnpersembahan yang benar. Yang baik di mata manusia tidaklah harus baik di matanTuhan.nn nn7. Apakah Adam dan Hawa mengerti perihaln”korban” ini ?nn”Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.”nKejadian 3 :21. nn nnCatatan : Manusia memakai daun pohon ara untuknmenutupi ketelanjangan mereka (Kejadian 3:7), namun Tuhan menggantinya dengannkulit binatang. Ada makna yang Tuhan ingin ajarkan, bahwa untuk “menutupinketelanjangan akibat dosa” harus ada mahluk yang dikorbankan, ada darahnyang dicurahkan. Peristiwa ini menguatkan janji Tuhan dalam Kejadian 3:15, Adamndan Hawa tidak akan melupakan hal ini. (Suatu penyesalan yang besar dannpengharapan akan janji Allah, membuat seseorang menceritakannya berulang-ulangnkepada yang lain).nn8. Dari 600.000 orang yangnmeninggaikan Mesir mengapa hanya dua orang yang diizinkan memasuki NegerinPerjanjian itu?nn”Bahwasanya orang-orangntelah berjalan dari Mesir, yang berumur dua puluh tahun ke atas, tidak akannmelihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub,noleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya, kecuali Kaleb binnYefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanyanmengikuti Tuhan dengan sepenuh hatinya.” Bilangan 32:11, 12.nn nn9. Apakah Allah menghendaki nkepatuhan yang sepenuhnya?nn”Sebab barangsiapa menuruti seluruhnhukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadapnseluruhnya.” Yakobus 2:10 “Jadi jika seorang tahunbagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”nYakobus 4:17nn nn10. Apakah ujian kasih yangnsebenarnya?nn”Jikalau kamu mengasihinAku, kamu akan menuruti segala perintahKu.” Yohanes 14:15. “Danninilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menurutinperintah-perintah-Nya.” I Yohanes 2:3 ” Inilah tandanya,nbahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah sertanmelakukan perintah-perintah-Nya.” I Yohanes 5:2 Baca juga Yohanesn14:21, 15:10nnKesimpulannnKepatuhannyang aktif kepada kehendak Allah adalah sangat penting untuk setiap kehidupan. nnApanyang mayoritas anggap benar bahkan apa yang bagi kita sangat baik sekalipunnbelum tentu baik di mata Tuhan. Allah memang mengerti hati kita, namun bila kitantelah mengetahui yang baik dan tidak melakukannya, kita berdosa (Yakobusn4:17). “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamunmelakukannya.” Yohanes 13:17. nn Akan kita turutikah Allah dalam halnpemeliharaan hari Sabat ini? Mana yang hendak engkau lakukan? Paulus mengatakann”Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepadanseseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu?”nRoma 6:16. Kita tidak dapat membiarkan orang lain untuk menghalangi kita menurutnkebenaran Alkitab. “Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akannmemakan hasil baik dari negeri itu.” Yesaya 1:19.nn nn nn nn nn10. PEMELIHARAAN HARI SABAT YANG BENARnnAllah memberikannaturan-aturan dalam menjalankan Sabat, bukan untuk memberatkan manusia, namunnsemata-mata agar hari itu dapat mendatangkan manfaat yang besar bagi manusia.nn1. Kapan hari Sabatndimulai dan diakhiri?nnBacanKejadian 1:5, 8, 13, 14-19, 23, 31. Di sini nyata bahwa setiap hari yang penuhndimulai dengan bagian yang gelap dan diakhiri dengan bagian yang terang. Alasannakan menyatakan bahwa hari ketujuh mulai pada waktu matahari terbenam dannberakhir dua puluh empat jam kernudian pada akhir bagian yang terang ketikanmatahari terbenam.nnCatatan: nMalam mulai pada waktu matahari nterbenam menurut Markus 1:32. “Malam” dan “matahari terbenam” digunakan saling nbertukar tempat dalam Alkitab. Baca Ulangan 16:6; 23:11; 1 Raja-raja 22:35, 36; nII Tawarikh 18:34. Satu hari yang 24 jam penuh terdiri dari gelap dan terang. nMatahari terbenam adalah tanda alamiah yang diberikan Allah untuk menandai npembagian waktu menjadi hari-hari.nn2. Pada hari apanpersiapan diadakan untuk menyucikan hari Sabat?nn”Hari itu adalah harinpersiapan dan Sabat hampir mulai.” Lukas 23:54. Baca Keluaran 16:22, 23.nnCatatan: nJika persiapan tidak diadakan sebelumnya nhari Sabat biasanya tidak dipelihara dengan baik. Persiapan memberikan lebih nbanyak waktu untuk memasuki perhentian rohani dan jasmani pada hari Allah.nn nn3. Bagaimana tentang pekerjaannpada hari Sabat?nn”Jangan melakukan sesuatunpekerjaan.” Keluaran 20:10.nnCatatan: nIni menunjuk kepada pekerjaan yang olehnya nkita mendapat penghasilan dan pekerjaan lain yang tidak sesuai dengan npemeliharaan hari Sabat yang benar.nn4.nApakah hari Sabat suatu hari untuk kesenangan kita sendiri dan kata-kata kitansendiri?nn”Apabilanengkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada harinkudusKu; apabila engkau menyebutkan hari Sabat hari kenikmatan, dan hari kudusnTuhan had yang mulia, apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankannsegala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,nmaka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan dan Aku akan membuat engkaunmelintas puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akannmemberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulutnTuhanlah yang mengatakannya.” Yesaya 58:13, 14.nn5.nBagaimana dikatakan Allah tentang membeli dannmenjual pada hari Sabat?nn nnBacan Nehemia 13:15-21; 10:31.nn6.nApakah hari Sabat menjadi hari untuknkebaktian umum?nn”Enamnhari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslahnada Sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlahnkamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah Sabat bagi Tuhan di segala tempatnkediamanmu.” Imamat 23:3.nnCatatan:nn”Pertemuan” artinya berkumpul bersama-sama, dan apabila digunakanndalam Alkitab itu menunjukkan pertemuan yang bersifat agarna. Pada hari Sabatnadalah kebiasaan Kristus pergi ke rumah ibadat. Baca Lukas 4:16. Kitandinasihatkan, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuannibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang.” lbrani 10:25.nn7. Apa yang dapatndilakukan seseorang pada hari Sabat?nn”Karena itu bolehnberbuat baik pada hari Sabat.” Matius 12:12. nnCatatan : Pada hari Sabat Yesusnmenyembuhkan orang yang mati tangannya (Lukas 6:6-11). Pada hari Sabat Yesusnmenyembuhkan orang sudah sakit selama 38ntahun (Yohanes 5:1-9). Yesus menunjukkan bahwa perbuatan pengasihan yangndilakukan untuk meringankan penderitaan ciptaanNya adalah sesuai dengannpemeliharaan hari Sabat yang benar. Suatu garis pedoman umum adalah apa sajanyang akan memperdalam kasih kita dan penghargaan kita kepada Allah, apa sajanyang akan memperdalam ikatan persatuan antara Allah dan orang-orang percaya akanndibenarkan dilakukan pada hari Sabat.nn nn8. Apa manfaat hari Sabat baginkita?nnHari Sabat merupakan hari untuknkebahagiaan manusia: “Hari Sabat diadakan untuk manusia …”Markusn2:27. Bagi yang memelihara hari Sabat berkat-berkat yang didapat diantaranyanadalah:nn~ Hubungan yang Erat dengannPenciptannMenyadari bahwa kita mengikuti apanyang Allah Pencipta semesta alam katakan adalah suatu hal yang membahagiakan.nIni juga mengingatkan bahwa Allah Pencipta kita dalah Allah yang penuh kasih dannpenyayang.nn~ Rumah Tangga BahagiannDalam dunia yang serba sibuk,nbetapa pentingnya satu hari dimana keluarga dapat berkumpul bersama. Tidak adankegiatan lain yang dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga selainnbersekutu dengan Tuhan dan mempererat hubungan satu sama lain.nn nn~ Berkat Persekutuan Umat TuhannnManusia adalah mahluk sosial.nAdalah satu kegembiraan beribadah bersama dengan mereka yang datang darinkeluarga berbeda, dengan beraneka ragam latar belakang, kebiasaan atau kesukaan,ndapat duduk bersama, bertukar pikiran, saling menguatkan, dsb. ( Tahun 1977,nInstitut Kesehatan Mental Amerika dan Institut Jantung dan Paru Nasional telahnmembiayai penelitian George Comstock yang kemudian dilaporkan dalam Journalnof Health and Social Behavior. Penelitian yang melibatkan 47.523norang berusia 25 tahun atau lebih, menemukan bahwa adanya hubungan antarankehadiran di gereja yang teratur dengan berkurangnya angka kematian.)nn nn~ Hari untuk Menyegarkan KembalinnSabat artinya “berhenti”.nAllah sengaja memberikan satu hari khusus agar kita berhenti dari segalanpekerjaan sehari-hari yang membawa kepenatan tubuh dan pikiran. Sebagaimananmobil akan cepat rusak bila dipergunakan terus tanpa istirahat, tubuh kita punnttdak akan dapat bertahan lama tanpa istirahat yang cukup dan teratur. nn(Pada Perang Dunia II, pabriknpembuat bom menuntut pegawainya bekerja untuk 74 jam per minggu, yang berartinhampir 11 jam per hari; 7 hari dalam seminggu. Mereka mendapatkan bahwa pegawainbenar-benar bekerja hanya untuk 66 jam, karena banyak yang absen oleh sebabnsakit, terjadi banyak kecelakaan kerja, sikap pegawai yang pemarah, perkelahian,ndsb. Pada saat jam kerja dikurangi menjadi 64 jam. Mereka mendapatkan bahwanproblem tersebut makin berkurang. Pada saat jam kerja menjadi 48 jam per minggu;nmereka mendapatkan hasil produksi justru naik 15 %. Hal ini membuat tanggal 29nJuli 1941, Perdana Menteri Inggris berbicara di depan DPR untuk mengadakan satunhari libur setiap minggu dan satu minggu liburan setiap tahunnya.) nn nnBiarlah kita menyadari bahwa Allahnmemberikan hari Sabat beserta peraturan-peraturan di dalamnya adalah karenankasihnya bagi kita. Menjalankan Sabat semata-mata karena diperintahkan terlebihnuntuk mendapatkan pembenaran diri, akan menjadikannya sebagai beban atau kuk.nNamun bila kita menjalankan karena tahu bahwa Allah mengasihi kita dannmemberikannya untuk kebaikan kita, dan kita pun menurut karena mengasihi Dia,nmaka kita akan mendapat manfaat yang besar.nn nnKesimpulannnYesaya telah menubuatkannbahwa Kristus akan “membesarkan hukum dan memuliakannya” Yesaya 42:21.nOrang Yahudi telah meletakkan ribuan peraturan tradisi pada hari Sabat. Sebagiannbesar pembatasan-pembatasan ini adalah buatan manusia dan membuat hari Sabat itunmenjadi beban. Kristus membuang semuanya ini untuk mengembalikan hari Sabatnkepada tempatnya, yang sebenarnya sebagai hari bersekutu yang penuh sukacita nbersama dengan -Nya, hari untuk merenungkan tentangnAllah, hari untuk membuat kebaikan. Salah satu bagian terpenting dari pelayanannKristus ialah pembaharuan hari SabatNya. Ia tidak mengubah hari Sabat tetapi lanmenolak semua tradisi yang mengelilinginya. Mereka yang memelihara hari Sabatndan tidak menajiskannya akan berbahagia (Yesaya 56:2).