Pelayan Tuhan yang Mempunyai Hati Hamba-2 : Mar 02

February 24, 2009 - Author: admin - 2 Comments

 

Sebagai kelanjutan dari topik sebelumnya, kita akan membahas lebih jauh mengenai ciri-ciri seorang pelayan Tuhan/pelayan Jemaat yang berhati hamba. Talenta dan karunia yang besar kadang-kadang bisa menggali jiwa kepemimpinan, tetapi sifat hati melayani diperlukan untuk bisa bertahan sebagai seorang pemimpin besar yang melayani.

Apa yang diperlukan untuk menjadi seorang hamba?

1. Seorang hamba yang benar lebih peduli kepada Tuhan daripada uang

“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Lukas 16:13

Uang itu penting bagi kehidupan sehari-hari kita. Tuhan tahu bahwa kita memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Oleh karena itu, sangat mudah bagi kita untuk menjauh dari Tuhan agar lebih peduli dengan uang. Alkitab menyebutkan bahwa cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan. Jika uang menjadi motif hidup Anda maka akan sulit bagi Anda untuk memilih jalan Tuhan dan menyelesaikan semua rancangan-Nya bagi hidup Anda. Ada banyak keadaan dalam hidup di mana tidak bisa diselesaikan dengan uang tetapi Tuhan.

Ada banyak hal di dalam hidup tidak bisa dinilai dengan uang seperti masalah hubungan, waktu, dan sebagainya. Firman Tuhan menyatakan agar kita mencari terlebih dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya kemudian semuanya akan ditambahkan bagi kita. Bapa Sorgawi kita tahu dengan baik bahwa kita memiliki kebutuhan hidup kita sehari-hari dan sebagai Bapa yang baik, Dia menyediakan semuanya bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari kita.

2. Seorang hamba yang benar melayani dengan kerendahan hati

Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 1 Petrus 5:5.

Seorang hamba yang benar melayani Tuhan dengan kuasa Roh Kudus bukan dengan menyombongkan kemampuannya. Kekuatan, kepintaran dan kemampuan kita terbatas. Oleh sebab itu, tidak ada yang bisa dibanggakan dari pelayan tersebut. Kita bisa melayani Tuhan hanya karena kasih karunia-Nya. Kerendahan hati berhubungan dengan penundukan diri.

Seorang hamba melayani dengan penundukan diri. Biarkan semua jiwa tunduk kepada semua otoritas pemerintahan, karena otoritas berasal dari Tuhan dan dipilih Tuhan (Roma 13:1). Tuhan telah menempatkan pemimpin di gereja kita dan atasan di tempat kerja kita sebagai pemimpin dan pemilik otoritas. Oleh sebab itu, kita harus menghormati mereka sebagai pemilik otoritas yang dipilih Tuhan dan tunduk kepada mereka di dalam pelayanan dan tempat kerja. Jika kita tidak bisa tunduk pada otoritas yang ditempatkan Tuhan atas kita di bumi, bagaimana kita bisa tunduk kepada Tuhan yang tidak kelihatan?

3. Seorang hamba yang benar menjadi pembawa damai bukan pengacau

“Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar.” 2 Timotius 2:24.

Alkitab mengajarkan kita untuk mengejar damai dengan semua orang (Ibrani 12:14). Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9). Yesus adalah Raja dan Allah Damai. Demikian juga, seorang hamba yang benar harus menunjukkan karakter Kristus yang berupa kelemahlembutan dan damai sejahtera sehingga dunia bisa melihat Kristus tinggal di dalam kita.

 

5 artikel terakhir oleh admin

Categories: Artikel & Tips

  • http://facebook meilin

    Saya diberkati lwat pribadi seorg hamba yang sesungguhnya

  • agus

    Blog walking GBU