Let Us Worship
Panggilan untuk Menjadi Penyembah yang Benar
Pengarang : Judson Cornwall
Saya sedang berdiri di atas mimbar dalam sebuah konferensi beberapa waktu yang lalu, ketika jemaat membebaskan diri untuk menyembah Allah dengan cara yang membuat saya merasa tidak nyaman. Saya mengamati mereka beberapa waktu lamanya dan segera menyadari bahwa mereka telah tenggelam ke dalam suatu ekspresi dan ketulusan melebihi apa yang pernah saya alami, dan saya tidak bisa menyangkalnya. Namun, saya tidak bisa ikut terlibat di dalamnya secara roh. Saya hanya bisa meniru apa yang mereka lakukan.
“Saya tidak tahu caranya menyembah!” saya berseru kepada Allah. “Tapi Aku tahu,” tampaknya Roh Kudus menanggapi dalam hati saya, “dan Aku akan mengajarimu, kalau engkau mau.”Saya harus mengakui bahwa saya belum bisa belajar menyembah seperti mereka dalam ibadah tersebut karena saya mendapati bahwa belajar merupakan langkah progresif yang dilakukan oleh Roh Kudus. Sungguh, Dia adalah seorang guru yang sabar. Dia menunutun kita untuk terus majud ari posisi yang sekarang menuju ke posisi yang seharusnya kita berada dalam penyembahan.
Saya melihat hal-hal yang dari Tuhan dan hati saya ingin menanggapinya dengan penyembahan tetapi entah mengapa saya tidak mampu mengeluarkan kata-kata dari mulut saya. Saya bahkan tak bisa melepaskan emosi saya. Ada sesuatu di antara saya dan Allah yang begitu ingin saya tanggapi. Meskipun sudah mengakui segala macam dosa dalam hidup saya yang saya ketahui serta yakin bahwa tidak ada sikap hati saya yang keliru, saya masih tetap menghadapi halangan yang tidak kasat mata ini.
Dulu, dan masih sampai sekarang, saya yakin bahwa setiap kali ada sesuatu di antara saya dan Allah dalam penyembahan, penghalang itu tidak mungkin berasal dari Allah karena jelas tidak ada sesuatu pun dalam Allah yang bisa menghalangi kita untuk menyembah Dia. Tidak ada! Itu berarti bahwa penghalang itu ada pada saya, sedangkan saya tidak tahu apa itu.
Melalui diskusi dengan beberapa orang maka hal ini yang didapati: Bukankah ini sebabnya Allah menaruh RohNya dalam hati setiap kita, yaitu supaya kita bisa berseru “Ya Abba, Ya Bapa” Allah tahu apa yang perlu diubah dari manusia dan bukan pada pihakNya, untuk menjadikan kita para penyembah Nya yang berkenan pada akhirnya. Karena itu dengan berdiam dalam roh manusia, Allah bisa membantu kita menakluknan penghalang tersebut yang membuat kita tidak bisa menyembah yang mungkin disebabkan oleh dosa, dipengaruhi oleh budaya atau ditanamkan oleh agama dalam diri kita.
Pola hidup dan keagamaan kita telah membentuk tanggapan kita kepada Allah dan roh kita telah menciptakan suatu penolakan secara otomatis dalam jaringan ingatan kita sehingga saat kita berusaha mencapai suatu yang melampaui batasan pikiran kita, kita tidak bisa melakukannya. Roh Kudus yang bekerja dari dalam,mulai memprogram ulang baik pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar supaya kita bisa bebas menyembah Allah dengan cara yang baru.
Yoh 4:23-24 “….Allah itu Roh dan siapa saja yang menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.” Berdasarkan ayat diatas maka dapat diartikan sebagai berikut meskipun puji-pujian bisa dihasilkan oleh roh manusia, penyembahan tidak mungkin terjadi tanpa bantuan Roh Kudus.
“Roh Kudus dan Penyembahan” adalah topik yang dibahas salah satu dari buku ini. Penulis menceritakan bagaimana suatu pembelajaran yang baru yang dia terima saat dia membuka hati untuk mau mengalami penyembahan yang lebih dari sebelumnya.
Silahkan membaca buku ini dan alami terobosan demi terobosan dalam melayani Tuhan kita, Yesus Kristus. Tuhan memberkati.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:12 pm -
Let Us Praise
Panggilan untuk Menjadi Pemuji yang Benar
Pengarang : Judson Cornwall
Ketika Jemaat kami mulai bisa memuji, kami sudah memiliki anggota jemaat yang berasal dari sekitar 20 latar belakang denominasi, yang menyembah bersama-sama. Meskipun sebagian besar dari mereka sudah dipenuhi Roh Kudus, mereka tidak mengelompokkan diri sebagai kaum Pentakosta atau sebagai anggota denominasi seperti yang tertera pada bangunan gereja. Sesungguhnya masing-masing memiliki identitas sendiri-sendiri, sesuai denominasi yang telah diikuti selama bertahun-tahun. Meskipun kami tidak pernah menggunakan istilah resmi, menurut saya (Judson Cornwall) kami bisa digolongkan sebagai suatu gereja yang bersifat komunitas.
Dengan berbagai latar belakang, aliran, tidak heran ada perbedaan yang sama besarnya dalam konsep kami tentang pujian. Anggota kami yang berasal dari latar belakang liturgis memandang pujian dari sudut pandang berbeda dari kaum pentakosta klasik. Dan meskipun kami semua setuju bahwa pujian merupakan suatu hal yang benar, ternyata kami terpecah belah dalam hal cara mengekspresikannya.
Menyadari bahwa hingga titik ini kami telah begitu saja meniru metode pujian yang telah dicontohkan, kami bersepakat mencari dasar alkitabiah untuk melihat apakah Allah telah menyampaikan suatu pola tentang puji-pujian. Tampaknya lebih baik merujuk langsung pada pola yang asli daripada meniru sesuatu yang telah “dicomot” dari situ.
Kami menemukan dua kitab dalam Alkitab yang memberikan suatu kilas pandang tentang surga yaitu di Perjanjian Lama, di kitab Yesaya, dan di Perjanjian Baru, di kitab Wahyu. Meskipun ada penulis lain dalam Alkitab yang mendapat penglihatan tentang makhluk-makhluk surgawi (khususnya Yehezkiel), Yesaya dan Yohanes-lah yang rentang hidupnya berjarak ratusan tahun, berasal dari kebudayaan yang berbeda, menjalani kehidupan yang sangat erbeda (Yesaya adalah penasihat raja sedangkan Yohanes adalah tawanan para raja), berbicara dengan bahasa yang berbeda, namun melihat dan melaporkan hal yang serupa tentang kemegahan puji-pujian disorga.
Bagaimana sesungguhnya pujian yang dikehendaki Allah? Apa dasar alkitabiah tentang pujian? Apa motivasi kita dalam memujiNya?
Pertanyaan-pertanyaan ini barangkali menggelayuti pikiran kita. Kita sudah memujiNya. Sayang sekali, kita tidak tahu arti,tujuan dan motivasinya. Buku ini menjawab segala hal berkaitan dengan pujian; tujuan, pola, paradigma, pelaku, kesepakatan, bentuk, kuasa, dan hambatan dalam memuji.
Tujuannya hanya satu, menyenangkan hatiNya. Pujian yang dilantunkan dengan sikap hati yang tulus ikhlas dan didasari kasih yang mendalam akan menyenangkan, memuaskan sekaligus berkenan kepadaNya. Betapa Dia rindu mendengar pujian kita!
Kuasa pujian akan mengatasi kuasa dan niat jahat Iblis . Judson Cornwall menganjurkan kita untuk tidak lagi mengusir setan dari tengah-tengah kita saat kita memuji Tuhan. Kita disarankan untuk tidak member perhatian kepada iblis. Perhatian kita harus tertuju kepada Allah karena Allah sendirilah yang akan berurusan dengan Iblis.
Marilah kita membawa hadiratNya ke bumi sekaligus bergabung dengan makhluk surgawi untuk member pujian tingkat tinggi kepada Allah! Memuji adalah tugas utama disurga. Mengapa kita tidak berlatih saat kita masih dibumi?
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:11 pm -
Berdoa dengan Otoritas
Melepaskan Otoritas Tuhan agar KehendakNya Terjadi di Bumi
Pengarang : Barbara Wentroble
Jika kita sering merasa bahwa doa-doa kita terlalu takut-takut atau tidak efektif, kita tidak sendirian. Terlalu sedikit orang Kristen yang mau menggambarkan kehidupan doa mereka sebagai sesuatu yang menarik atau penuh petualangan. Tetapi sebenarnya itulah seharusnya! Pengalaman mulia dan memperkaya yang kita semua alami, karena kita telah diberikan otoritas oleh Kristus untuk berdoa dalam namaNya!
Sebagai orang-orang percaya, sekali kita berada dibawah otoritas Tuhan, kita sanggup berdoa dengan otoritasNya. Tuhan berbicara kepada orang-orang yang berada dalam hubungan denganNya. Ia memberikan kepada mereka pengungkapan kehendakNya. Pengungkapan kehendakNya (Pewahyuan) akan melepaskan dalam diri orang-orang percaya otoritas untuk mengucapkan kehendakNya dalam suatu keadaan. Karena itu, pengungkapan melepaskan otoritas.
Tuhan member pewahyuan kepada Musa selama perjumpaan muka dengan muka. Melalui pewahyuan yang diberikan Tuhan kepada Musa maka Musa menerima otoritas. Harus dan Miryam, kakak laki-laki dan kekak perempuan Musa, memberontak terhadap otoritas itu, Tuhan kemudian berbicara kepada mereka dan menegur mereka karean memberontak terhadap otoritas yang telah diberikanNya (Bilangan 12). Menurut Watchman Nee dalam bukunya Spiritual Authority, dia menasehati kita untuk mencari Tuhan, bukan berusaha sekuat tenaga mendapatkan otoritas: Jika kita mencari wajah Tuhan, Ia memberikan pewahyuan kepada kita dan meneguhkan otoritas kita.
Dengan demikian pewahyuan adalah bukti otoritas. Kita harus belajar untuk tidak berusaha sekuat tenaga atau berbicara bagi diri kita sendiri. Kita seharusnya tidak bergabung dengan barisan Harun dan Miryam yang berjuang untuk mendapatkan otoritas. Jika kita berusaha dengan sekuat tenaga, itu tidak hanya membuktikan bahwa otoritas kita sepenuhnya duniawi, gelap dan kosong dari visi surgawi.
Diseluruh Alkitab, para pemimpin ilahi yang menerima pewahyuan dari Tuhan bertindak sebagai teladan pengaruh kuasa otoritatif. Yusuf adalah salah seorang yang mencari Tuhan untuk mendapatkan hikmat. Sebagai seorang pemuda, Yusuf menerima sebuah mimpi dari Tuhan yang menunjukkan peranan masa depannya sebagai seorang pemimpin. Tetapi baru bertahun-tahun kemudian mimpi itu tergenapi. Yusuf hidup melalui kesukaran yang mengerikan dan keadaan-keadaan yang tampaknya mustahil sebelum melangkah ke dalam tujuan hidupnya. Melalui tahun-tahun yang sukar itulah , ia terus mempercayai Tuhan. Masa depannya tergantung pada kesetiaannya kepada Tuhan dalam setiap keadaan hidupnya. Kemurnian hati dan kehidupan sangat penting jika seseorang yang diberikan kuasa atau kedudukan di bmumi mau berhasil dalam menjalankan tanggung jawabnya dalam cara yang akan menghormati tuhan dan benar-benar memberkati orang-orang dibawah otoritasnya.
Keterbatasan pengalihan bahasa menjadi sedikit menggangu penyampaian pengarang dari buku ini namun melalui buku ini Barbara Wentroble ingin memperlihatkan bagaimana mengantarkan kehidupan doa kita ke suatu tingkatan yang baru yang dinamis. Barbara dengan hati-hati menjelaskan mengapa kita mempunyai otoritas untuk memerintah dalam alam rohani dan ia juga mengajarkan kita bagaimana mengambil otoritas itu dan memasukkan kuasa lebih besar dalam doa-doa kita untuk memajukan Kerajaan Tuhan (KehendakNya terjadi!). Kita sedang menjadi alat kehendak Tuhan dan belajar untuk berdoa syafaat sesuai dengan kata-kata itu.
Apakah kita siap mengizinkan diri kita maju dalam perjalanan ke suatu kehidupan doa yang baru? Jika demikian, kita akan kagum ke mana Tuhanmau membawa kita!
Silahkan membaca buku ini dan alami terobosan demi terobosan bersama Dia, untuk mengalami “Tahun Pemulihan dan Kelimpahan lebih lagi terjadi dalam hidup kita untuk menyatakan kemuliaanNya di bumi ini.”
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:10 pm -
Maksud Anda Itu Tidak Ada di Alkitab?
10 Kepercayaan Populer yang Tidak Benar.
By David A. Rich
Tidak ada keseimbangan = Tidak ada Motivasi.
Penting untuk diperhatikan saat ini bahwa diperlukan keseimbangan dalam hidup kita untuk tercapai hasil yang Tuhan inginkan yang melebihi yang kita inginkan.
Untuk setiap khotbah tentang melawan iblis diperlukan khotbah mengenai dominasi Tuhan atas kejahatan.
Untuk setiap khotbah tentang tanggung jawab manusia dalam hal menyebarkan injil maka seharusnya ada khotbah tentang rancangan tertinggi Tuhan dalam hidup setiap manusia.
Untuk setiap khotbah pertobatan seharusnya juga khotbah tentang karya terakhir dari salibNya. Untuk setiap khotbah tentang perpuluhan seharusnya ada khotbah tentang penggunaan karunia-karunia yang Tuhan berikan kepada setiap kita.
Motivasi Kristen adalah hal yang baik, tetapi tanpa keseimbangan itu akan berdampak sangat berbahaya.
Intinya adalah memberikan penghargaan kemana pengharaan itu harus diberikan. Manusia mengambil terlalu banyak penghargaan dan gereja terkadang menekan penghargaan terlalu besar pada upaya-upaya manusia dibandingkan kepada sang pemberi keselamatan itu sendiri yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.
Galilah kebenaran Alkitab dan temukan versi kebenaran Tuhan yang tidak disimpangkan selalu jauh lebih baik dan jauh lebih menantang dalam kehidupan ini.
Daftar isi dari buku ini adalah:
Kebenaran sedang Muncul Kembali.
Bagaimana Agama Telah Menyimpang dari Jalur.
Sepuluh Kepercayaan Populer yang Tidak akan Anda Temukan di Alkitab
Kepercayaan #1: Ada Banyak Jalan Menuju Surga.
Kepercayaan #2: Ketika Kita Mati, Kita Menjadi Malaikat.
Kepercayaan #3: Tuhan Menolong Mereka yang Menolong
Diri Sendiri.
Kepercayaan #4: Tuhan ingin Anda Menjadi Kaya.
Kepercayaan #5: Orang Kristen Tidak Sempurna, Hanya Diampuni.
Kepercayaan #6: Kita adalah Co-Pilot Tuhan.
Kepercayaan #7: Berdoalah Giat, maka Tuhan akan Menjawab.
Kepercayaan #8: Tuhan dan Setan sedang Berperang.
Kepercayaan #9: Tuhan Tidak Mengurus Hal-hal Kecil.
Kepercayaan #10: Semua Orang Mempunyai Kehendak Bebas.
Mengapa Kebenaran Tuhan Lebih Baik
Satu Reformasi Lagi.
Melampaui Kepercayaan.
Lebih Banyak Lagi Kepercayaan untuk Dieksplorasi dan Diselidiki.
Buku ini adalah upaya untuk membantu Anda/kita untuk melihat dan mengerti bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang berdaulat lebih besar,lebih mengagumkan,lebih memegang kendali dan lebih blayak mendapatkan kekaguman daripada yang dapat kita bayangkan.
Silahkan membaca buku ini untuk mengerti lebih lagi bagaimana David Rich menjelaskan Sepuluh Kepercayaan Populer yang Tidak akan Anda Temukan di Alkitab.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:08 pm -
Kingdom Parenting
By Myles Munroe and David Burrows
Setiap hari orang tua menghadapi hal-hal yang baru dan kadang-kadang menakutkan, yang berhubungan dengan anak-anak mereka. Ser
ing kali mereka tidak siap menghadapi hal-hal baru atau mengatasi masalah anak-anak mudah yang timbul pada masa kini.
Mengapa? Karena anak-anak muda sebelumnya tidak pernah menghadapi godaan-godaan luar biasa dari pornografi internet, perjudian, lirik lagu yang keras (bunuh diri), pengagungan gaya hidup “gangster” dan runtuhnya gaya hidup keluarga tradisional yang alkitabiah.
Buku ini memberikan prinsip-prinsip praktis bagi Anda dan anak remaja Anda untuk diterapkan pada kehidupan Anda yang akan melawan kuasa-kuasa yang menghancurkan keluarga Anda.
Bantuan-bantuan praktis untuk mempertahankan keluarga Anda termasuk:
-
Firman Tuhan
-
Membangun Hubungan
-
Disiplin
-
Rencana Semula
Kingdom Parenting memberikan kepada Anda pelatihan untuk membimbing anak-anak Anda, khususnya anak-anak remaja melalui dunia yang penuh bahaya dan memberikan harapan bahwa masa depan masih penuh dengan janji dan potensi yang harus digenapi!
Tiga Sasaran Dasar Tugas Orang Tua.
Sama seperti hal-hal lain dalam kehidupan,tugas orang tua yang efektif dimulai dengan Tuhan. Siapakah yang lebih baik memberikan prinsip-prinsip dasar tugas orang tua dibanding sang Pencipta hidup serta Pendiri perkawinan dan keluarga?
Sejak penciptaan umat manusia, rancangan Tuhan bagi kita adalah beranakcucu untuk memenuhi planet ini. Menghasilkan dan melakukan tugas orang tua kepada anak-anak adalah bagian besar dari perintah semula yang diterima umat manusia dari Pencipta kita (Kejadian 1:26-28).
Dalam setiap kasus entah sedang berbicara tentang Tuhan dan manusia atau tentang orang tua dan anak-anak mereka, kata-kata gambar dan rupa berurusan dengan lebih dari hanya sekedar penampilan lahiriah; kata-kata itu berhubungan juga dengan kualitas-kualitas internal.
Ada tiga sasaran yaitu
-
Mereproduksi Sifat Alami Orang Tua dalam Diri Anak.
-
Mereproduksi Karakter Orang Tua dalam Diri Anak.
-
Mereproduksi Tingkah Laku Orang Tua dalam Diri Anak.
(silahkan membaca definisinya lebih lagi di awal buku ini).
Jika kita ingin mencari model tugas orang tua yang sempurna kita tidak perlu mencari lebih jauh dari hubungan antara Allah Bapa dan Allah Anak. Yesus sama seperti BapaNya karena mereka berasal dari inti yang sama (Yohanes 14:9). Jadilah peniru Tuhan dan bukan manusia, bagaimana kita menjadi peniru Tuhan? Dengan hidup dalam kasihNya. Ingatla kasih adalah obat penawar dari rasa sakit apapun. Dengan memandang kepada Kristus sebagai contoh kita maka kita akan melihat sifat,karakter dan tingkah laku BapaNya dan jika kita meniruNya dalam perkataan dan perbuatan-perbuata, kita akan memberikan kepada anak-anak kita suatu contoh pola bagi kehidupan mereka.
Mari alami kemenangan demi kemenangan bersama DIA dan jadilah sesuai yang Tuhan harapkan kita menjadi yaitu yang berdampak dan menyatakan kemuliaanNya dalam hidup setiap kita.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:07 pm -
Love & Marriage
By Myles Munroe
Pada hari-hari ini banyak orang bingung mengenai pernikahan. Dimata banyak orang lembaga pernikahan sudah tidak relevan,suaatu benda yang ketinggalan/kuno.
Mereka mempertanyakan apakah pernikahan tetap merupakan ide yang bagus, khususnya dalam budaya sekarang yang lebih bebas dan dicerahkan. Konsep seperti kehormatan, kepercayaan, kesetiaan dan komitmen tampaknya sudah ketinggalan zaman dan tidak sesuai lagi dimasyarakat yang modern ini. Banyak orang berganti pasangan semudah mereka berganti sepatu ( dan nyaris sama seringnya!)
Kebingungan tentang pernikahan ini tidak perlu membuat kita terkejut, mengingat serangan yang membingungkan dari sikap dan filosofi duniawi yang menghantam kita di mana saja dan kapan saja. Setiap hari,buku,majalah,film dan sinetron,sitcom dan drama pada jam siaran utama membombardir kita dengan gambar-gambar istri dan suami yang berselingkuh.
Pria dan wanita yang tidak menikah langsung lompat ke tempat tidur dan sama cepatnya melompat keluar untuk menemukan pasangan mereka yang berikutnya. Pernikahan adalah ide Allah sendiri…silahkan baca lebih lanjut lagi tentang pernikahan di mata Tuhan di bagian 1 dalam buku ini.
“Kasih mendefinisikan sifat Allah Sendiri”
Lalu apa yang Allah katakan tentang cinta? Berlawan dengan banyak asumsi lazim dunia pada umumnya, cinta atau kasih seperti disajikan di dalam Alkitab terutama bukanlah emosi, melainkan sikap hati.
Emosi tidak tunduk pada perintah; tak seorangpun dapat diperintahkan bagaimana perasaannya tentang orang atau benda tertentu. Namun diseluruh Alkitab Tuhan memerintahkan umatNya untuk mengasihi. Kasih yang alkitabiah adalah suatu perintah. (lihat halaman 142-143).
Jika kita diperintahkan untuk mengasihi, bagaimana kita melakukannya? Apakah artinya mengasihi Allah? Apa maksudnya mengasihi orang lain? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sangat penting yang menembus langsung ke inti dari hubungan yang bermakna. Begitu banyak hubungan sekarang ini gagal karena konsep dan pengertian yang tidak memadai tentang cinta atau kasih.
Kasih terutama bukanlah emosi, melainkan sikap hati!
Keterbatasan bahasa dalam mengungkapkan arti suatu kata dapat berdampak untuk mengartikan suatu jajaran luas suatu objek. Contoh kata love dalam bahasa inggris dapat diartikan sebagai suka atau cinta sedangkan dalam bahasa Yunani kuna menggunakan empat kata yang berbeda untuk cinta yaitu : phileo,storge,eros dan agape. Dimana tiap-tiap kata mengidentifikasi tipe dan kadar cinta yang terpisah dan berbeda. Hanya dua dari kata-kata ini yaitu phileo dan agape benar-benar ditemukan di Perjanjian Baru tetapi memeriksa arti keempat kata cinta ini akan membantu kita mengerti lebih dalam lagi apa yang sebenarnya yang merupakan cinta yang sejati dan apa yang bukan. Silahkan membaca lebih lanjut lagi di bagian 2 akan bahasan tentang arti cinta ini.
Silahkan dapatkan buku ini di perpustakaan BIC Bangkok dan alami terobosan demi terobosan akan janji-janji Tuhan dalam hidup kita, umat pilihanNya.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:05 pm -
A Better Way to Pray
By Andrew Wommack
Isi buku ini bukanlah satu-satunya Cara berdoa atau Anda Tidak akan Memperoleh Hasil Apapun kalau Anda Tidak Berdoa dengan Cara Ini. Namun lebih merupakan Cara yang Lebih Baik untuk Berdoa.
Di bab 1 ditulis bahwa “Orang Munafik Suka Berdoa.” Doa adalah bagian kehidupan Kristen yang paling banyak disalahgunakan hari ini. Pemahaman yang keliru mengenai doa mengacaukan lebih banyak orang secara rohani dibandingkan apapun yang lain diluar sana!
“Dan apabila kamu berdoa,janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya.” Matius 6:5.
Kebanyakan orang percaya tidak mengaitkan orang munafik dengan doa. Mereka pikir, Jika Anda berdoa, apa yang mungkin salah? Banyak! Karena orang munafikpun suka berdoa!
Hanya karena Anda memulai dengan kata-kata “Bapa Kami….” Dan mengakhiri dengan “… dalam nama Yesus, amin.” Tidak berarti ini adalah doa. Banyak sekali apa yang disebut “Doa” sekarang ini sebenarnya menghina Tuhan dan membuka pintu bagi kejahatan. Ada cara yang benar dan yang salah untuk berdoa!.
Tuhan Yesus menyatakan apa yang bukan doa sebelum Ia mengajarkan apa itu tentang doa (Matius 6:5-13). Tuhan terlebih dahulu membongkar konsep agama mengenai doa pada zamanNya, supaya orang-orang tersebut dapat mengerti apa yang akan Ia katakan.
Sikap hati dibalik doa kita lebih menarik bagi Tuhan daripada kata-kata yang kita ucapkan. Hanya karena kita menghabiskan satu jam atau lebih untuk apa yang kita sebut dengan “doa” tidak berarti kita sudah menyelesaikan sesuatu. Jika sikap kita salah, kitapun salah dalam hal berdoa!.
Apakah kita cukup sadar bahwa kita dapat saja melakukan karunia rohani yang penuh kuasa dan membuat pengorbanan pribadi yang luar biasa tetapi tetap saja tidak membuat Tuhan berkesan? Benar!
Jika kita tidak mempunyai sikap atau motivasi yang berkenan bagi Tuhan maka itu akan menjadi tidak berarti dihadapanNya. Berdoa dalam bahasa roh,bernubuat,memiliki segenap iman,member harta milik Anda/kita kepada orang miskin atau bahkan menyerahkan nyawa Anda/kita tidak aka nada faedahnya jika dilakukan tanpa kasih Tuhan (1 Korintus 3:1-3). Di dalam kerajaan, sikap hati sangat-sangat menentukan!
Jika Anda/kita belum melihat hasil yang diinginkan dari kehidupan doa Anda/kita, periksalah motif Anda/kita. Apakah doa yang Anda/kita naikan benar-benar dimotivasikan oleh kasih?
Di bab lainnya membahas tentang “Keintiman: Inti dari Keselamatan.” Yohanes 3:16 menuliskan dengan jelas bahwa tujuan keselamatan tidak hanya sekedar kita yang percaya tidak binasa tapi juga kita memperoleh hidup yang kekal bukan sebatas akan apa yang akan datang tapi sudah dimulai sejak sekarang saat kita percaya akan kasihNya yang begitu besar kepada kita!.
Silahkan dapatkan buku ini di perpustakaan BIC Bangkok dan alami terobosan demi terobosan akan janji-janjiNya tergenapi dalam hidup setiap kita.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:03 pm -
Garis Akhir Sampaikah Anda?
Pengarang: Pendeta Petrus Agung Purnomo
Saat ini kita hidup di bagian akhir dari jaman dan tanda-tanda kedatangan Yesus yang ke dua kali sudah amat jelas dan nubuat-nubuat Alkitab sudah,sedang dan akan segera digenapi. Langit dan bumi akan segera berlalu dan Tuhan akan segera
datang.
Ada satu pertanyaan penting bagi kita masing-masing yaitu: Apakah kita akan sampai ke Garis Akhir?
Sesungguhnya siapapun kita, kita dapat sampai ke Garis Akhir, kalau kita dapat menyelesaikan tugas yang Tuhan percayakan kepada kita karena Alkitab sendiri sudah mengatakan bahwa waktunya sudah sangat singkat.
“Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit antikristus. Itulah tandanya bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.”
(1 Yohanes 2:18)
Kita tak mempunyai banyak waktu lagi lalu apa yang harus kita kerjakan dan lakukan? Apakah lebih baik kita tak usah bekerja saja atau sebaliknya lebih giat lagi bekerja, karena waktu yang sedikit saja tersedia? Semua dijelaskan dalam buku ini!
Rasul Paulus menguatkan umat pilihanNya, yaitu kita bahwa kita sebagai orang percaya yang telah mencapai garis akhir dan memelihara iman sampai kedatanganNya yang kedua kali akan memperoleh MAHKOTA KEBENARAN yang telah disediakan oleh Tuhan kita. (2 Timotius 4:7-8).
Tuhan kita setia akan janji-janjiNya, Dia mempunyai rencana yang indah dan manis bagi semua kita yang merindukan kedatanganNya. Ia merencanakan dan mempersiapkan tugas bagi setiap kita. Tuhan mau untuk setiap kita yang menantikan kedatanganNya dapat menyelesaikan tugas itu dengan tuntas sampai ke garis akhir. Tetapi kita harus menyadari bahwa setan tidak pernah senang kita menyelesaikan tugas itu dengan baik. Setan akan berusaha mengacaukan rencana Tuhan dalam hidup kita karena itu diperlukan kepekaan dan ketaatan dalam diri kita dalam menjalankan rencana Tuhan dalam hidup setiap kita. Hidup intim denganNya itu yang akan menguatkan dan memampukan kita menghadapi siasat iblis.
Mencapai garis akhir perlu terus selalu siaga, karena kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi pada kita nanti, bahkan menit-menit berikutnya. Yang sekarang mitra baik bisa menjadi musuh atau sebaliknya yang sekarang musuh bisa menjadi mitra yang baik. Kita tak pernah tahu akan hari esok tapi Tuhan tahu karena itu melekatlah padaNya tuk mencapai garis akhir yang Dia tentukan bagi setiap kita.
Jika Tuhan berbicara,dengarkan dengan cermat dan teliti. Kemudian lakukanlah persis seperti dengan apa yang didengar, hanya apa yang didengar bukan dengan yang lainnya supaya jangan terjadi pada kita yang terdahulu menjadi yang terkemudian (Lukas 13:39).
Kita terbatas kemampuannya tapi Tuhan yang kita sembah dan kita puja tak terbatas adanya karena itu ….
Silahkan membaca buku ini untuk lebih lagi mengali apa yang dikatakan oleh Pdt. Petrus supaya kita mencapai Garis Akhir!
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:02 pm -
Ekspresi Kasih yang Berbeda
Pengarang : Pdt. Petrus Agung Purnomo
Tuhan senang kita bekerja dengan giat untuk mendapatkan keberhasilan-keberhasilan yang Dia janjikan dalam hidup setiap kita. Tuhan tak suka akan orang-orang yang malas dan yang suka membuat alasan-alasan. Tuhan suka orang yang rajin,taat,setia dan terlebih yang memiliki keintiman denganNya (duduk diam dekat kakiNya sebagaimana Maria lakukan). Keintiman denganNya memampukan kita untuk melakukan segala perkara.
Terkadang kita terlalu asyik dengan kegiatan-kegiatan kita dan mulai melupakan hal yang menjadi kekuatan dan keberhasilan yang sesungguhnya dalam hidup kita yaitu melekat dan menjadi satu kepadaNya, menyerap isi hatiNya yang memampukan kita untuk melihat dan berperkara terhadap keadaan yang dihadapkan kepada kita karena ada kekuatan berjalan bersama DIA.
Kita harus belajar untuk mengerti isi hatiNya, seringkali ada ekspresi Tuhan yang aneh ketika Ia menyatakan kasihNya yang begitu besar, justru kepada orang yang sangat Dia kasihi (baca kisah Lazarus,Maria dan Marta). Kasih Yesus kepada keluarga ini tidak perlu diragukan lagi, tetapi mengapa ketika mendengar kabar Lazarus sakit keras, Tuhan Yesus “sengaja” menundanya sampai dua hari? (Yohanes 11:6).
Ada rencana Tuhan lewat kejadian ini, secara sudut pandang manusia sepertinya Tuhan melupakan kasihNya kepada keluarga ini namun ternyata cara Tuhan itu selalu unik dan hanya orang yang sungguh-sungguh mengasihi Dia akan percaya sepenuhnya kepadaNya meski itu terkadang diluar akal sehat manusia. Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan melebihi apa yang kita inginkan karena kemuliaan Tuhan itu harus dinyatakan lewat kesaksian-kesaksian hidup setiap kita,umat pilihanNya.
Ada banyak visi, ada banyak impian, ada banyak kerinduan yang sepertinya hilang dan Tuhan tidak memperdulikan kita lagi. Pendeta Petrus Agung, ingin menekan bahwa sesungguhnya “Ada ekspresi kasih yang sering kali aneh atau unik Tuhan tunjukkan kepada kita dan itu seringkali tidak kita mengerti.”
Dibutuhkan kesabaran,kepercayaan dan kasih kepada Tuhan untuk berjalan dalam rencana-rencanaNya dalam hidup kita tergenapi.
Kita mungkin pernah mengalami peristiwa dimana kita nyaris mati dan ditempat dimana kita tahu akan menghancurkan kita, banyak kita/orang yang trauma cukup besar untuk kembali lagi pada titik yang sama. Tetapi ingatlah bahwa titik dimana kita pernah jatuh tidak boleh menjadi tempat yang traumatic tetapi justru merupakan tempat awal pemulihan baru dalam kehidupan kita.
Kita memiliki Tuhan yang luar biasa, Petrus yang bisa dikatakan gagal dalam memenuhi perkataannya bahwa dia tak akan meninggalkan Tuhan dalam keadaan apapun tapi kita tahu dia akhirnya gagal memenuhi perkataannya itu namun Tuhan melihat jauh kedepan melebihi kegagalan Petrus saat itu, melebihi cara pandang setiap murid-muridNya yang lain saat itu. Respon Petrus dan kerjasamanya antara Petrus dan Roh Kuduslah yang membuat semua janji-janji Tuhan itu tergenapi dalam hidup Petrus pada akhirnya.
Silahkan membaca buku ini untuk lebih lagi mengerti cara-cara unik atau aneh yang Tuhan lakukan namun itu semua untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang berharap kepadaNya dan bukan kepada dunia. Mari alami terobosan demi terobosan sehingga kita mencapai garis akhir yang Dia inginkan.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 4:00 pm -
PERMAINAN BERBAHAYA
Pengarang:
Pdt. Petrus Agung Purnomo
Buku yang luar biasa bagus untuk dibaca, buku ini tipis dan terlihat biasa-biasa saja namun saat mulai membaca di awal buku ini, sayapun diingatkan kembali oleh Tuhan bahwa kita semua adalah penyembah-penyembah yang benar dan bukan yang salah. Maksudnya?
Diawal buku ini Pdt. Petrus menceritakan bagaimana Tuhan membuka suatu topic pembicaraan dengannya
saat beliau dalam pesawat terbang yang satu jam lagi mendarat di Sydney, Australia. Tuhan bertanya sebagai berikut kepada beliau: “Kalau gereja A memiliki berhala, apa yang bisa menjadi berhala bagi mereka?” lalu Pdt. Petrus menjawab: “Hal…inilah yang saya pikir bisa menjadi berhala bagi mereka.” Kemudian Tuhan bertanya lagi :”Kalau gereja B?” dan Pdt. Petrus menjawab : “Saya kira hal ……inilah yang mejadi berhala bagi mereka.” Dan Tuhan mulai bertanya beberapa pertanyaan yang hampir sama lagi tentang berhala bagi suatu gereja kepada Pdt. Petrus sampai akhirnya Tuhan bertanya sebagai berikut kepada Pdt. Petrus : “Kalau gereja yang kamu layani,…..apa yang bisa menjadi berhala disitu?” dan kali ini Pdt. Petrus Agung benar-benar tak bisa menjawab dengan cepat, bukan karena dia tidak bisa menjawabnya tapi karena pertanyaan itu menusuk lubuk hatinya begitu dalam sekaligus Tuhan ingin juga Pdt. Petrus merasakan apa yang Tuhan sedang rasakan. Detik pertanyaan itu diajukan dia/Pendeta Petrus tahu persis apa yang Tuhan atau Roh Kudus coba untuk sampaikan kepadanya.
Kesaksian diatas adalah pembukaan dari buku ini. Sungguh kesaksian yang berdampak bagi saya saat membacanya. Kita sungguh adalah penyembah-penyembahNya yang benar dan itu hanya dapat terjadi saat kita memiliki keintiman denganNya sehingga mengerti isi hatiNya saat Dia nyatakan isi hatiNya kepada kita.
Hanya satu yang layak disembah dan itu adalah Tuhan kita karena Dia adalah yang Awal dan yang Akhir. KasihNya untuk kita melebihi segala akal sehingga terkadang mereka yang belum mengenalNya menganggap itu sebagai dongeng belakang.
Intropeksi diri bagi setiap kita hamba paraNya adalah mutlak selalu dilakukan supaya kita tak terjatuh sebagai mana yang sudah-sudah kita dengar dan pelajari akan kejatuhan orang-orang yang Tuhan percayakan dalam menjalankan visiNya.
Manusia tidak pernah mampu menerima penyembahan! Manusia memang diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhannya namun sejak dari semula kita harus menyadari bahwa manusia tidak pernah diberikan kesanggupan untuk menerima penyembahan bahkan malaikatpun tak mampu menerima penyembahan (hakim-hakim 13:16).
Waktu manusia jatuh dalam dosa, kecendrungan inilah yang begitu kuat menjadi obsesi manusia. Akibatnya banyak dalam sejarah mencatat jutaan nyawa harus dikorbankan dari jaman ke jaman guna memenuhi ambisi segelintir manusia yang haus akan sanjungan dan penyembahan dari manusia lain. Lalu
Silahkan membaca buku ini lebih lanjut untuk mengalami terobosan demi terobosan dalam mencapai garis akhir yang telah Tuhan tentukan untuk setiap kita alami. Kemuliaan dan kehormatan hanya bagi DIA, Tuhan kita, Yesus Kristus.
Posted in Book | No Comments »
Posted by chrisye on August 15, 2010 – 3:59 pm -


BIC Bangkok Facebook
BIC Bangkok Twitter