Hidup Dalam Hadirat Allah
Hadirat Allah bagaikan Master Key.( Master Key adalah Kunci Induk )
Kita tau bahwa setiap pintu ruangan mempunyai kuncinya sendiri2, akan tetapi Master Key adalah kunci yang dapat membuka semua pintu yg ada diseluruh rumah itu.
Perhatikanlah dalam Firman Allah terdapat bermacam-macam “KUNCI” untuk menyelesaikan berbagai situasi dan kondisi. Ada kunci untuk membuka pintu kesembuhan, ada kunci untuk pelepasan, ada kunci untuk berkat melimpah dan ada lagi kunci untuk hubungan persekutuan dan keintiman dll. Namun ada pula sebuah Kunci Induk yang akan dapat membuka semua pintu tsb dan membuka segala pintu2 lainnya yg menjadi milik orang percaya. KUNCI INDUK ini adalah HADIRAT ALLAH.
Bila kita hidup dan berjalan di dalam Hadirat Allah Mahakuasa, maka semua masalah harus pergi. Tidak ada bibit permasalahan yang akan bertahan dihadapan HadiratNya. Tidak pernah akan ada kekurangan di hadapan Hadirat Allah yang menciptakan langit dan bumi. Setiap janji yang ditemukan dalam Firman Allah telah terbungkus dan tersedia dalam HadiratNya yang manis. Hadirat Allah sesungguhnya merupakan Kunci Induk tsb.
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by esther on April 29, 2010 – 4:58 pm -
Memiliki Iman Yang Hidup
Kata Iman dalam berbagai bentuknya digunakan sebanyak 558 kali didalam Perjanjian Baru , Terbanyak dibanding dengan kata Kasih, Kebenaran, pengharapan.
Berdasarkan statistiknya ini saja, kita dapat menyimpulkan bahwa Iman merupakan sebuah pokok yang utama di dalam Alkitab.
Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, Bagaimanakah saya dapat memiliki Iman yang Hidup – Iman yang Nyata – Iman yang melengkapi saya untuk hidup di abad ini.
Alkitab mengatakan bahwa Iman itu adalah Pokok dari Kebenaran yang diungkapkan atas mana kita mempertaruhkan kehidupan kita. Alkitab juga menunjuk pada Iman yang Menyelamatkan yang olehnya kita masuk ke dalam Persekutuan dengan Allah dan mempertahankan posisi kita dalam Kristus.
Namun yang akan kita pelajari ialah Iman yang Hidup yang adalah Iman se- hari2 dengan mana kita dapat hidup dan mempertahankan Kuasa Kristus didalam Kehidupan Kita. Iman yang Hidup bukanlah sekedar penyesuaian intelektual bagi suatu pengakuan PERCAYA, melainkan terikat dengan TINDAKAN. (Yakobus 2 :17). “ Jika Iman itu tidak disertai perbuatan, maka Iman itu pada hakekatnya adalah Mati”
Iman yang Sejati seharusnya mengalir ke luar dari Iman yang Hidup ,sebagai contoh seperti sebuah Pohon yg Hidup , Pohon yang hidup tandanya pasti bertumbuh dengan buah yang dihasilkannya.
Read more »
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by esther on March 2, 2010 – 11:02 pm -
Kesempurnaan / Sifat-sifat Allah
Lanjutan :
5. Kesucian.
Dalam Alkitab kesucian berarti pemisahan dari segala hal yang biasa atau najis.
Berkenaan dengan Allah, kesucian berarti tidak hanya bahwa IA terpisah dari segala sesuatu yang najis dan jahat tetapi juga bahwa IA nyata-nyata bersih dan karenanya berbeda dari semua yang lain.
Kesucian adalah sifat yang Allah inginkan untuk diketahui secara khusus baik dalam PL maupun PB :
a. Perjanjian Lama : Imamat 11:4
“Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap diatas bumi”.
b. Perjanjian Baru : 1 Petrus 1:15-16
“Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”.
6. Kasih.
Kasih mencari kebaikan bagi obyek yang dikasihi.
Apakah kebaikan ? Didalam Allah kebaikan adalah kesempurnaan kesucian dan semua yang terkandung dalam konsep itu.
Kasih didalam Allah meminta kebaikan dan kemuliaan tertinggi dari kesempurnaanNYA yang berarti tidak ada unsur mementingkan diri sendiri didalam Allah sebagaimana ada didalam manusia.
Alkitab secara langsung menyatakan bahwa Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8 “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih”.)
7. Mahakuasa.
Berarti bahwa Allah kuat dalam segala-galanya dan sanggup melakukan apa saja yang sesuai dengan sifatNYA sendiri.
Kata “Mahakuasa” dipakai untuk Allah didalam Alkitab tercatat 56 kali.
Ada beberapa tokoh didalam Alkitab yang mana Allah menyatakan diriNYA sebagai Yang Mahakuasa yaitu :
- Abraham (Kejadian 17:1)
- Musa (Keluaran 6:3)
- Orang – orang percaya (2 Kor 6:18)
- Yohannes pembaptis (Wahyu 1:8)
8. Mahahadir
Berarti bahwa Allah hadir dimana-mana dengan seluruh keberadaanNYA pada segala waktu.
Didalam Maz 139:7-11 Daud bertanya apakah ada tempat dimana seseorang dapat melepaskan diri dari hadirat Allah. Jawabannya ialah tidak karena kemahahadiran Allah tidak dibatasi oelh ruang (ayat 8), tak gentar oleh kecepatan (ayat 9,10) dan tak dipengaruhi oleh gelap (ayat 11-12).
bersambung…..
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by ricky on February 12, 2010 – 1:09 pm -
Puasa Yang Berkenan
Arti kata Puasa : Berpantang Makan dan Minum .
Puji Tuhan..! Mari kita sama2 selidiki Firman Tuhan, apa makna, tujuan atau inti dari Puasa yg benar sesuai dengan kehendak Tuhan.
Puasa yang hanya ikut2an tidak akan membawa hasil yang kita harapkan, maka mari berpuasalah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Makna dari Puasa yang sebenarnya adalah:
1. Merendahkan diri, Mengaku dosa dan Bertobat
Nehemia 9 :1 - 3
Kalau kita membaca Nehemia pasal 9 seluruhnya kita dapati bahwa bangsa Israel dalam kesesakan besar karena dosa dan kesalahan2 mereka. Mereka memberontak dan mendurhaka kepada Tuhan sehingga mereka dibinasakan Tuhan dan masuk dalam kesusahan besar. Pada saat itulah mereka sadar akan dosa2 mereka dan mereka smua berpuasa, berkabung, berdoa merendahkan diri dan mengaku dosa dihadapan Tuhan bahkan kesalahan nenek moyang mereka.
Pengakuan mereka yang sungguh2 jujur dan terbuka dihadapan Tuhan,membuat hati Tuhan berbelas kasihan dan berbalik menolong mereka.
Ini adalah awal dari cara berpuasa yang benar di hadapan Tuhan. Cara berpuasa yg benar membuat apa yg menjadi tujuan kita berpuasa pasti terjawab, Yaitu lebih dulu mengaku dosa dan mau bertobat. Kalau kita puasa dgn berbagai macam permintaan kepada Tuhan tanpa lebih dahulu merendahkan diri, mengaku dosa dan bertobat , maka seringkali yg didapati adalah: tidak mendapat apa2 walaupun puasa sampai berbulan-bulan.
Yoel 2 :12 –14. Bangsa Israel bangsa yg tegar tengkuk. Jatuh bangun dalam dosa yg menimbulkan sakit hati Tuhan sehingga Tuhan murka. Tetapi Tuhan berfirman kepada mereka supaya mereka bertobat dgn segenap hati dan dengan puasa yg kudus.
Dalam berpuasa kita harus adakan waktu untuk Berdoa. Berpuasa tanpa Doa adalah Diet.
Puasa dgn cara inilah maka KUASA TUHAN dinyatakan, KASIH TUHAN dicurahkan sehingga TUJUAN PUASA tercapai.
Read more »
Posted in Teaching | 1 Comment »
Posted by esther on January 29, 2010 – 2:57 pm -
Kesempurnaan / Sifat-sifat Allah
Bila kita mendaftarkan semua sifat Allah yang dapat kita kumpulkan dari penyataan itu belum sepenuhnya menggambarkan Allah karena Allah tidak bisa dipahami seutuhnya. Bahkan jikalau kita dapat mengatakan telah mempunyai sebuah daftar lengkap dari seluruh kesempurnaan Allah, kita tidak dapat mengukur artinya sebab manusia yang terbatas tidak dapat mengerti Allah yang tak terbatas.
Kesempurnaan Allah menggambarkan secara setara Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kesempurnaan itu menguraikan hakikat Allah Tritunggal yakni setiap pribadi dari Trinitas.
Ada 14 kesempurnaan/sifat-sifat Allah yaitu
- Kekekalan.
Sifat kekekalan berarti Allah selalu ada dan tak pernah berakhir. KeberadaanNYA tak berujung pangkal baik ke masa silam maupun ke masa depan tanpa berhenti atau terbatas yang disebabkan oleh rangkaian peristiwa.
Kekekalan Allah dicerminkan dalam Mazmur 90:2 “Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah”.
Oleh sifat kekekalan tsb membuat keyakinan bahwa Allah tidak pernah atau tidak akan pernah berhenti ada sehingga kuasaNYA terus menerus mengatur segala sesuatu dan segala peristiwa adalah terjamin.
- Kebebasan.
Sifat kebebasan berarti Allah tak tergantung dari makhluk-makhluk dan ciptaanNYA.
Karena bebas, maka Allah tidak berkewajiban apa-apa kepada kita kecuali IA memilih untuk berkewajiban. IA tidak harus melakukan apa saja bagi kita kecuali IA memilih untuk melakukannya. Oleh sebab itu kita tidak dapat menuntut DIA.
- Tetap.
Tetap artinya Allah tidak dapat berubah dan karena itu tidak berubah.
Dengan ketidakberubahan Allah memberikan penghiburan dan jaminan bahwa janji-janji Allah tidak akan gagal (2 Timotius 2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya dan Maleakhi 3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap).
Juga dengan ketidakberubahan Allah maka Allah tidak akan berkompromi terhadap dosa.
- Tak terbatas.
Tak terbatas berarti bahwa Allah tidak terikat atau terbatas. Ia tidak mungkin dibatasi oleh alam semesta atau oleh batas-batas ruang waktu.
Salomo mengakui ketidakterbatasan Allah pada peresmian baitnya (1 Raja raja 8:27 “Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini”) dan Rasul Paulus memakai sifat Allah ini untuk berdebat melawan keallahan palsu dari orang-orang Athena (Kis 17:24-28).
==bersambung==
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by ricky on January 26, 2010 – 1:18 pm -
Pengetahuan tentang Allah
Tak diragukan lagi manusia merindukan pengetahuan tentang Allah tetapi mungkinkah itu?
Kitab suci memperlihatkan dua fakta :
- Allah yang tak dapat dipahami (Ayub 11:7, Yesaya 40:18).
Menegaskan bahwa pikiran kita tidak mampu menguasai pengetahuan tentang DIA atau tidak dapat mengetahui segala sesuatu tentang DIA. - Allah yang dapat diketahui (Yoh 14:7, Yoh 17:3 dan 1 Yoh 5:20).
Menegaskan bahwa IA dapat dikenal tetapi tidak berarti kita dapat mengenal segala sesuatu mengenai DIA.
Apa yang menyebabkan kita bisa mengetahui tentang Allah walaupun tidak secara keseluruhan?
- Allah memprakarsai penyataan diriNYA.
Pengetahuan akan Allah berbeda dari segala pengetahuan yang lain. Didalam pengetahuan tentang Allah, manusia hanya dapat memperolehnya sejauh Allah menyatakannya. Jika Allah tidak mengambil inisiatif untuk menyatakan DiriNYA mustahil manusia dapat mengenalNYA.
Oleh sebab itu seorang manusia harus meletakkan dirinya dibawah Allah yang adalah obyek pengetahuan. - Allah memberikan bahasa untuk komunikasi.
Tentu saja suatu bagian penting dari penyataan Allah ialah menyediakan cara untuk menyampaikan pernyataan itu. Untuk maksud inilah Allah memberikan bahasa. IA merencanakan dan memberikan bahasa itu manusia laki-laki dan perempuan pertama supaya IA dapat menyampaikan perintah-perintahNYA kepada mereka (Kej 1:28-30) dan supaya mereka dapat berkomunikasi dengan DIA (Kej 3:8-13). Walaupun bahasa asli manusia yang satu itu telah terpecah-pecah menjadi banyak bahasa di Babel, bahasa tetap merupakan sarana komunikasi pada segala tingkatan karena Allah yang Mahatahu telah menyediakan bahasa yang memadai untuk menyampaikan pernyataan mengenai diriNYA kepada manusia. - IA menciptakan manusia menurut gambarNYA.
Tatkala Allah menciptakan manusai menurut gambar dan rupaNYA sendiri Ia menciptakan manusia sebagai makluk rasional yang cerdas (mampu berpikir). Memang inteligensia manusia tidak sama dengan inteligensia Ilahi tetapi itu benar-benar kecerdasan yang sesungguhnya bukan dibuat-buat.
Oleh karena itu manusia mempunyai kemampuan untuk mengerti arti kata-kata dan logika kalimat serta paragraph. - IA memberikan Roh Kudus.
Allah telah memberikan Roh KudusNYA kepada orang-orang percaya guna menyatakan perkara-perkara dari Allah (Yoh 16:13-15, 1 Kor 2:10).
Ini tidak menjadikan orang percaya tidak dapat keliru tetapi ini dapat memberikan kepadanya kemampuan untuk membedakan kebenaran dari kesalahan (1 Yoh 2:27).
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by ricky on January 19, 2010 – 1:24 pm -
Manusia Kristus
1. Mengapa diperlukan manusia kedua ?
Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam karena ia menginginkan satu bangsa yang akan memuliakan-Nya. Namun Adam telah memberontak terhadap Tuhan. Adam bukan saja berdosa melainkan ia telah melahirkan keturunan yang turut berdosa. Manusia yang seharusnya memiliki kehidupan Tuhan di dalam diri mereka, kini telah terpisah dari Tuhan karena dosa. Manusia yang seharusnya memiliki sifat Tuhan kini telah menjadi orang berdosa yang mementingkan diri sendiri. Sebenarnya manusia yang harus menguasai bumi tetapi sekarang telah menjadi hamba kepada dosa dan Setan. Jadi, bagaimanakah umat manusia yang telah berdosa ini dapat memuliakan Tuhan dan menggenapi kehendak-Nya? Jawabannya adalah: Tidak dapat.
Manusia pertama dari Tuhan telah gagal untuk memuliakan-Nya. Oleh sebab itulah, harus ada manusia kedua yang akan menjadi kepala dari suatu umat yang baru yang akan memuliakan Tuhan.
Tuhan masih menginginkan suatu umat manusia pilihan-Nya yang akan memuliakan Dia. Bagaimanakah Tuhan melakukannya? Tuhan akan melakukannya melalui seseorang yang lain! Oleh karena kebinasaan telah menimpa umat manusia melalui satu orang maka Tuhan menyediakan keselamatan bagi umat manusia yang berdosa ini melalui satu orang yaitu Kristus.
Alkitab mengatakan: “Jadi sama seperti ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang yang berdosa, demikianlah pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi benar.” Roma 5:19
2. Manusia kedua dari Tuhan
Siapakah Manusia Kedua ini ? Read more »
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by ricky on October 1, 2009 – 8:04 pm -
Di Dalam Adam
Roma 5:19 “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar”.
Dalam bagian ini kita akan melihat relasi antara dosa Adam pada umat manusia yaitu akibat buruk dosa Adam atas semua manusia dan juga akan melihat kehancuran manusia secara menyeluruh dalam dosa.
1. Adam : kepala umat manusia.
Mengapa kita harus kuatir terhadap Adam dan apa yang telah terjadi kepadanya?
Sebabnya ialah karena Adam adalah kepala semua umat manusia. Adam berbeda dari orang-orang lain karena ia adalah manusia pertama yang menjadi sumber (asal usul) seluruh umat manusia. Oleh karena itu apa yang terjadi kepada Adam akan mempengaruhi seluruh umat manusia, termasuk Anda dan saya. Tuhan tidak menciptakan berjuta-juta manusia untuk memenuhi bumi. Ia hanya menciptakan satu orang manusia saja yaitu Adam. Dari dialah seluruh umat manusia berasal. Karena itu, Tuhan melihat semua umat manusia sebagai orang-orang yang berada DI DALAM ADAM.
Bagaimanakah kita sampai berada di dalam Adam? Melalui kelahiran. Semua yang dilahirkan ke dalam keluarga manusia berada DI DALAM ADAM.
Apakah maksud berada di dalam Adam itu? Berada di dalam Adam berarti turut ambil bagian di dalam segala keberadaan Adam dan segala perkara yang dilakukannya.
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by ricky on September 21, 2009 – 2:03 pm -
Kejatuhan manusia 
Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan. Ketika Adam diciptakan, ia dalam keadaan tak berdosa. Sifatnya adalah suci. Namun demikian Adam dapat berbuat dosa karena ia memiliki kehendak bebas. Ia bebas memilih untuk taat kepada Tuhan atau tidak mentaati-Nya.
1. Larangan Tuhan kepada Adam di Taman Eden
Setelah Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan menempatkan mereka di sebuah taman yang indah yaituTaman Eden. Adam diberi tanggung jawab untuk memelihara Taman Eden. Ada banyak jenis pohon di taman itu namun ada pohon yang berbeda dari semua pohon yang lain, yaitu "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat."
Adam dan Hawa diperbolehkan makan semua buah dari pohon di taman itu, kecuali buah dari "pohon pengetahuan baik dan jahat." Tuhan dengan tegas melarang mereka agar tidak memakan buah dari pohon tersebut dan memberi peringatan kepada mereka.
Dalam Kej. 2:17, Tuhan berkata kepada Adam: "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by ricky on September 13, 2009 – 7:28 am -
Perbedaan Percaya (to Believe) & Mempercayakan (to Trust)
Dari : renungan harian spirit
Matius 8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Sesungguhnya ada perbedaan yang sangat mencolok antara percaya dan mempercayakan.
Meski sekilas kata percaya dan mempercayakan sangatlah mirip, bahkan berasal dari akar kata yang sama, namun dua kata tersebut memiliki substansi yang berbeda.
Dalam bahasa Inggris kita akan melihat perbedaan yang semakin jelas dari dua kata tersebut.
Kata to believe dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai percaya.
Kata to trust dalam bahasa Inggris diterjemahkan mempercayakan.
Posted in Teaching | No Comments »
Posted by ricky on August 26, 2009 – 9:50 am -



BIC Bangkok Facebook
BIC Bangkok Twitter