PERJALANAN HIDUP DIDALAM TUHAN

October 19, 2013 - Author: imelda - Comments are closed

Minggu 13 Oktober 2013

Sharing oleh: Ps. Petrus Ng (GBI Banjarmasin – Kalimantan, Indonesia)

Berapa banyak orang yang hidup tidak mengerti apa tujuan hidup mereka. Mereka bangun pagi, sibuk sepanjang hari, tidur di waktu malam, dan kembali bagun pagi, begitu seterusnya tanpa pernah mengerti tujuan dan arah dalam hidupnya, padahal Tuhan mencipatakan kita dengan satu tujuan yang pasti.

Ada orang yang tujuan hidupnya adalah kesuksesan atau Kaya. Tetapi kesuksesan bukanlah tujuan hidup yang sebenarnya. Kesuksesan memang merupakan salah satu dari berkat yang Tuhan ingin kita juga nikmati dalam hidup ini. Tetapi ini bukan tujuan yang sesungguhnya. Kesuksesan hanyalah sarana yang Tuhan beri untuk kita terus berjalan sampai kita capai Tujuan yang sesungguhnya yang Tuhan rancangkan bagi kita sejak semula. Tuhan merancangkan hidup kita sedemikian rupa. Dan seringkali tuntunan dan rancangan Tuhan dalam hidup kita tidak bisa kita mengerti secara instan sampai kita biarkan Tuhan bekerja dan merajut hidup kita sampai selesai dan barulah kita bisa mengerti apa yang sesungguhnya Tuhan kerjakan dan maksudkan atas hidup kita. Diperlukan kerelaan ketika Tuhan merajut dan menyusun puzzle kehidupan kita. Kita perlu dan minta Tuhan singkapkan apa yang sedang Ia kerjakan dalam hidup kita, barulah kita bisa mengerti apa maksud Tuhan dalam hidup kita.

Alkitab mencatat 2 Perjanjian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yang tertulis pada perjanjian Lama merefleksikan apa yang akan terjadi pada perjanjian baru. Segala yang terjadi diperjanjian baru sudah tercatat sebelumnya dalam perjanjian lama.

Ketika Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari mesir menuju Tanah Perjanjian melalui tangan Musa, menggambarkan hal yang sama seperti Tuhan Yesus membawa kita keluar dari genggaman tangan iblis menuju kepada kehidupan berkelimpahan seperti yang Tuhan janjikan. Mesir menggambarkan dunia, dan Firaun menggambarkan iblis. Pada zaman Yusuf bangsa Israel memasuki tanah mesir. Tetapi ketika Yusuf mati dan bangsa Israel semakin banyak, mesir menjadikan Israel sebagai budak, hidup dalam tekanan selama 430 tahun. 430 tahun adalah waktu yang panjang yang mungkin sudah puluhan generasi dari bangsa Israel menjadi budak turun temurun di mesir. Tuhan seolah olah meninggalkan Israel dan tidak mendengar keluh kesah mereka. 430 Tahun bangsa Israel hidup dengan kekuatan mereka sendiri. Hidup tanpa campur tangan Tuhan sama sekali. Tuhan kemudian merancangkan untuk membawa keluar bangsa Israel dari mesir menuju ke Tanah perjanjian. Tanah yang berlimpah susu dan madunya. (Ulangan 8:7) Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;8:8suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;8:9suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga.8:10Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. Satu negeri dimana jaminan Tuhan ada disana, bahwa bangsa Israel tidak akan kekurangan apapun. Berbanding terbalik dengan kehidupan mereka yang penuh kekurangan di tanah mesir. Lewat Gambaran kehidupan bangsa Israel sejak menjadi budak di mesir sampai masuk ke Tanah perjanjian dan menikmati hidup berkelimpahan, kita bisa mangambil beberapa petunjuk tentang berada di level mana sesungguhnya hidup kita saat ini. Adakah kita sudah hidup menikmati berkat Tuhan dalam hidup kita seiring kita berjalan ke tujuan ilahi yang Tuhan tetapkan bagi kita ? Atau kita justru masih ada dimesir dalam cengkeraman firaun?.

Ada beberapa tahapan ketika Tuhan membawa kita keluar dari tanah mesir sampai masuk ke tanah perjanjian:

1. HIDUP DI MESIR

Orang orang Mesir berbicara tentang dunia ini.orang orang yang masih di mesir adalah orang yang hidup dalam kedagingan. Di mesir ada berbagai hal yang tidak baik. Segala hal yang berkenaan dengan perbuatan daging. (Galatia 5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,5:20penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,5:21kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Bisakah kita tidak hidup dalam daging? Jawabannya YA, BISA. Asal kita mau dan berjuang untuk itu, Tuhan pasti menolong dan memberi kemampuan untuk kita menang atas kedagingan kita. Hidup di mesir penuh dengan tekanan (Keluaran 5:3 dan 9) Lalu kata mereka: “Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang.” 5:9Pekerjaan orang-orang ini harus diperberat, sehingga mereka terikat kepada pekerjaannya dan jangan mempedulikan perkataan dusta.” Setan akan terus berusahan menekan hidup orang yang tinggal dimesir agar mereka tidak punya waktu bagi Tuhan.hidup di mesir serba kekurangan.ini adalah gambaran ketika kita hidup tidak mengandalkan Tuhan.

2. KELUAR DARI MESIR

Orang orang Israel ketika keluar dari Tanah mesir, Tuhan memerintahkan bagi setiap orang Israel untuk menorehkan darah anak domba disetiap ambang pintu rumah mereka, sebagai tanda bagi malaikat maut agar tidak terjadi kematian anak sulung atas rumah rumah itu. Darah anak domba berbicara tentang penebusan Yesus atas dosa dosa kita. Pada zaman perjanjian lama, Dalam Tabut Allah yang terdiri dari 2 loh batu, 1 buli buli berisi Manna, dan 1 tongkat Harun yang bertunas. 3 hal ini merupakan lambing dari 3 pemberontakan bangsa Israel kepada Allah. Tabut Allah ditutup dengan kain yang disebut sebagai tutup pendamaian (mercy sheet). Para Imam Tuhan perintahkan untuk mencurahkan darah anak domba sampai menutupi seluruh kain penutup seluruhnya. Ini sebagai maksud bahwa Tuhan tidak melihat lagi pemberontakan umatnya, karena tertutup oleh pengorbanan darah anak domba yang tak bercacat. Kita tidak perlu lagi melakukan ini karena Yesus sudah membayar semuanya di kayu salib. Sekali dan lunas di bayar, menutupi pelanggaran pelanggaran kita. Ketika Bangsa Israel hendak keluar dari tanah mesir, mereka melewati laut teberau yang terbelah oleh karena Tuhan menolong mereka. firaun mengejar dan hendak membunuh mereka. Namun firaun dan pasukannya binasa. Ketika Kita hendak keluar dari mesir, cara hidup dunia, kita memberi diri kita dibaptis selam (laut teberau), dan itu merupakan jaminan keselamatan Tuhan atas hidup kita. Tidak ada lagi kekuatan si jahat yang bisa menyentuh kita. (Bilangan 11:5-6) Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.11:6Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”. bangsa Israel banyak mengeluh dalam perjalanan mereka menuju Tanah perjanjian. (Bilangan 14:2-4) Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!14:3Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”14:4Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.” Meskipun mereka sudah keluar dari mesir, tetapi mental dan hati mereka masih tetap seperti di mesir, yaitu mental dan sikap hati budak. Akibatnya Tuhan memusnahkan mereka dan tidak seorangpun masuk ke Tanah perjanjian kecuali Yosua dan Kaleb. Ketika kita memutuskan keluar dari Mesir, kuatkan dan teguhkan hati, berjalan terus jangan menoleh kebelakang sampai kita menikmati tanah perjanjian yang Tuhan sediakan. (Galatia 4:9) Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?. Matikan kedagingan, TINGGALKAN MESIR.

3. MASUK TANAH KANAAN

Orang orang yang masuk ke tanah perjanjian adalah keturunan keturunan baru yang lahir ditanah perjanjian. Mereka di bawa masuk oleh Yosua dan Kaleb, seperti janji Tuhan. Yosua adalah nama baru yang Tuhan beri bagi Yosua yang sebelumnya bernama Hosea yang artinya selamat. Yosua memiliki arti sama dengan Yesus yang artinya Tuhan menyelamatkan. Kita masuk ke Tanah perjanjian berdasarkan kasih karunia Tuhan saja, Tuhan yang menyelamatkan. sebelum masuk ke tanah perjanjian bangsa Israel harus melewati sungai Jordan terlebih dahulu. Sungai Jordan berbicara tentang baptisan. Tetapi bagi kita baptisan ini berbicara tentang baptisan yang dilakukan Yesus sendiri, yaitu baptisan Roh Kudus. (Yosua 5:1-3) Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu.5:2Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya.”5:3Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan. Sunat berbicara tentang kelebihan yang tidak penting. Rasa sakit pada saat di sunat berbicara tentang keadaan dimana kita tidak memiliki lagi kekuatan. Hidup yang memaksa kita harus bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. sunat berarti membuang atau memotong. Sunat yang sesungguhnya adalah sunat hati. Diperlukan kerelaan hati kita ketika Tuhan menyunat hal hal yang tidak penting dari hati dan hidup kita. Tuhan mengajar untuk kita mau bersikap dan memiliki hati yang bersih dan berkenan kepada Tuhan, disunat dan kita sembuh, baru kita layak masuk kedalam tanah perjanjian dan menikmati hasil hasilnya. (Yosua 5:11-12) Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga.5:12Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan. Manna berbicara tentang pemeliharaan Tuhan yang pas pasan. Manna berhenti, dan Tuhan gantikan dengan hasil bumi dari tanah kanaan untuk dinikmati bangsa Israel, sekalipun mereka belum menduduki tanah kanaan. Mereka menikmati hasil tanah perjanjian hanya setelah mereka merelakan diri mereka disunat. (Yosua 5:13-15) Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: “Kawankah engkau atau lawan?”5:14Jawabnya: “Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: “Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?”5:15Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua berbuat demikian. Ketika Bangsa Israel berperang di bawah kepemimpinan musa, mereka berperang dengan kekuatan mereka. (Keluaran 17:8-16) Tetapi sejak mereka disunat dibawah kepemimpinan Yosua, semua peperangan mereka di komandoi oleh Bala tentara Tuhan. Tuhan sendirilah yang berperang bagi mereka. Ketika Tuhan sendiri yang berperang, banyak mujizat dan keajaiban terjadi, seperti tembok Yerikho yang runtuh hanya dengan sorak sorai. (Yosua 10:9-11) Lalu Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba, setelah semalam-malaman bergerak maju dari Gilgal.10:10Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda.10:11Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan yang berperang bagi Israel. Bagi kita yang hidup dimasa sekarang, ini berbicara tentang pertolongan Roh Kudus dalam hidup kita. (Efesus 3:20) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. Ayat ini juga saya alami secara pribadi bagaimana Tuhan melakukan jauh lebih banyak dari apa yang bisa saya lakukan, dalam usaha saya dan isteri. Tuhan kita luar biasa. Tuhan berperang bagi kita, ketika hati kita beres dihadapan Tuhan.

4. MASUK KE KOTA SION (Yerusalem)

Bangsa Israel betul betul menguasai seluruh tanah perjanjian dan menduduki Sion adalah pada zaman Raja Daud. (Ibrani 12:22-23) Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,12:23dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. (Wahyu 21) YERUSALEM YANG BARU. Tujuan akhir kita adalah Yerusalem baru. Ketika Daud mengalahkan Suku Yebus maka bangsa Israel masuk ke kota Sion (Yerusalem). Kenapa Daud? Karena daud alah orang yang berkenan kepada Allah. Seseorang yang hidup melakukan kehendak Allah pada zamannya. Daud juga sangat terkenal dengan Pondok Daud atau pondok pujian. Daud memiliki gaya hidup memuji dan menyembah. Hidup intim dengan Tuhan. Tuhan membawa Daud ke kota Sion untuk memerintah menjadi Raja. Demikian halnya kita, Tujuan hidup kita adalah masuk ke yerusalem baru dan memerintah bersama Raja segala Raja yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Lewat semua yang kita pelajari hari ini, biarlah kita bisa mengevalusi kembali, ada dimana sesungguhnya kita saat ini. Ingat, bahwa tujuan hidup kita sesungguhnya adalah hal yang kekal, memerintah bersama Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

 

5 artikel terakhir oleh imelda

Categories: Sermon Note